Technonesia - Astronaut NASA mendadak bisu saat menjalankan misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Januari 2026 silam. Peristiwa mengejutkan ini menimpa Edward Michael "Mike" Fincke, seorang pilot veteran yang tengah bertugas dalam misi SpaceX Crew-11. Kondisi medis yang tidak terduga ini memaksa NASA mengambil keputusan drastis dengan melakukan evakuasi medis pertama dalam sejarah operasional stasiun luar angkasa.
Insiden bermula ketika Fincke sedang menikmati makan malam bersama rekan kru lainnya setelah menyelesaikan persiapan aktivitas berjalan di luar wahana (spacewalk). Tanpa ada tanda-tanda awal atau gejala sakit, Fincke tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi secara verbal. Rekan setimnya menyadari ada sesuatu yang salah ketika Fincke tampak kesulitan merespons percakapan dan terlihat dalam kondisi distres yang akut.
Kronologi Kejadian Astronaut NASA Mendadak Bisu
Kejadian yang menimpa Mike Fincke berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Selama periode tersebut, ia benar-benar tidak mampu mengeluarkan suara meskipun kesadarannya tetap terjaga sepenuhnya. Rekan kru yang terdiri dari astronaut NASA Zena Cardman, astronaut JAXA Kimiya Yui, dan kosmonaut Rusia Oleg Platonov langsung memberikan pertolongan pertama sesuai protokol darurat ISS.
Baca Juga :
Meskipun astronaut NASA mendadak bisu secara tiba-tiba, tim medis di Bumi segera melakukan pemeriksaan jarak jauh menggunakan perangkat ultrasonografi yang tersedia di orbit. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Fincke tidak mengalami serangan jantung atau gejala stroke yang umum terjadi di Bumi. Namun, ketidakpastian mengenai penyebab gangguan saraf tersebut membuat NASA tidak ingin mengambil risiko lebih besar di lingkungan mikrogravitasi yang ekstrem.
Akibat insiden ini, NASA segera membatalkan seluruh agenda spacewalk yang seharusnya berlangsung keesokan harinya. Fokus utama pusat kendali misi di Houston berubah total menjadi rencana pemulangan darurat. Fincke bersama tiga rekannya akhirnya meninggalkan ISS lebih awal dan mendarat kembali di Bumi pada 15 Januari 2026, jauh sebelum jadwal misi SpaceX Crew-11 berakhir.
Tantangan Medis di Luar Angkasa
Fenomena astronaut NASA mendadak bisu ini membuka mata dunia tentang betapa rentannya tubuh manusia saat berada di luar orbit Bumi dalam jangka waktu lama. Para ahli medis antariksa kini tengah meninjau ulang seluruh rekam medis Fincke untuk mencari tahu apakah ada faktor lingkungan atau fisiologis tertentu yang memicu gangguan bicara tersebut. Beberapa teori menyebutkan adanya perpindahan cairan tubuh ke arah kepala (fluid shift) yang dapat menekan saraf tertentu di otak.
Baca Juga :
Selama ini, NASA memang terus meneliti dampak radiasi kosmik dan mikrogravitasi terhadap fungsi kognitif dan sistem saraf manusia. Namun, kasus kehilangan kemampuan bicara secara mendadak tanpa rasa sakit merupakan anomali yang baru pertama kali tercatat secara resmi. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat NASA sedang mempersiapkan misi Artemis II yang akan membawa manusia mengelilingi Bulan.