Di sisi lain, kontras tajam terlihat antara nasib karyawan bawah dengan jajaran petinggi perusahaan. Di saat ratusan orang kehilangan pekerjaan, Meta justru mengumumkan program opsi saham baru bagi para eksekutif puncaknya. Program ini memungkinkan para petinggi Meta meraup kekayaan hingga hampir satu miliar dolar Amerika Serikat dalam kurun waktu lima tahun ke depan jika target perusahaan tercapai.
Rencana kompensasi mewah ini dikaitkan dengan target kapitalisasi pasar Meta yang sangat ambisius, yakni mencapai USD 9 triliun pada tahun 2031. Jika target tersebut terealisasi, beberapa eksekutif senior diprediksi akan memiliki nilai saham pribadi hingga USD 921 juta. Kebijakan ini diambil untuk menjaga loyalitas para pemimpin kunci di tengah persaingan ketat talenta AI dengan perusahaan raksasa lain seperti Google dan OpenAI.
Keputusan memberikan opsi saham ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Meta sejak melantai di bursa saham pada tahun 2012. Manajemen menekankan bahwa paket kompensasi ini hanya akan cair jika perusahaan meraih kesuksesan luar biasa di masa depan. Fokus utama mereka tetaplah memenangkan perlombaan teknologi kecerdasan buatan yang saat ini sedang berada di puncaknya.
Namun, ancaman pengurangan karyawan belum sepenuhnya berakhir. Beberapa sumber internal membisikkan bahwa Meta kemungkinan akan melakukan pemangkasan lebih lanjut hingga 20 persen dari total tenaga kerja, atau sekitar 15.000 orang dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Ambisi AI Mark Zuckerberg akan terus menuntut efisiensi maksimal dengan mengorbankan peran manusia demi dominasi teknologi di masa depan.