Technonesia - Aturan batas usia media sosial resmi memasuki babak baru setelah pemerintah memberikan teguran keras kepada sejumlah raksasa teknologi global yang beroperasi di Indonesia. Langkah tegas ini diambil menyusul evaluasi kepatuhan platform digital terhadap regulasi perlindungan anak yang telah ditetapkan pemerintah. Hingga saat ini, beberapa platform populer terpantau masih mengabaikan kewajiban hukum tersebut.
Menteri Meutya Hafid dalam keterangannya pada Jumat malam mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan setiap entitas bisnis digital. Dalam evaluasi terbaru, terdapat perbedaan mencolok antara platform yang proaktif dengan platform yang cenderung pasif dalam melindungi pengguna di bawah umur. Meutya menegaskan bahwa kedaulatan digital Indonesia tidak bisa ditawar, terutama menyangkut keselamatan generasi muda.
Daftar Platform yang Patuh pada Aturan Batas Usia Media Sosial
Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada platform X dan Bigo Live yang telah menunjukkan komitmen penuh. Kedua perusahaan ini secara resmi telah menyelaraskan kebijakan internal mereka dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Langkah ini menjadi standar emas bagi perusahaan teknologi lain yang ingin terus mempertahankan operasionalnya di tanah air.
Platform X milik Elon Musk terpantau sudah mengubah batas usia minimum pengguna menjadi 16 tahun sejak pertengahan Maret 2026. Penyesuaian ini tidak hanya sekadar tulisan di atas kertas, tetapi juga masuk ke dalam panduan komunitas atau community guidelines mereka. X bahkan berkomitmen untuk mulai melakukan identifikasi massal dan menonaktifkan akun yang melanggar ketentuan mulai hari ini.
Di sisi lain, Bigo Live mengambil langkah yang lebih ekstrem dengan menetapkan batas usia minimal 18 tahun ke atas. Platform live streaming ini menyadari risiko konten dewasa sehingga mereka mengajukan perubahan klasifikasi usia langsung kepada penyedia toko aplikasi seperti App Store dan Google Play Store. Langkah proaktif ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap ekosistem digital.
Upaya Moderasi Berlapis dan Teknologi AI
Implementasi aturan batas usia media sosial ini juga mendorong inovasi dalam sistem keamanan platform. Bigo Live, misalnya, melaporkan penggunaan sistem moderasi berlapis. Mereka mengombinasikan kecerdasan artifisial (AI) dengan verifikasi manual oleh manusia untuk memantau setiap akun yang terindikasi milik pengguna di bawah usia 18 tahun. Teknologi ini diharapkan mampu meminimalisir kebocoran data dan akses ilegal anak-anak.
Sementara itu, TikTok dan Roblox berada dalam kategori kooperatif sebagian. TikTok telah menyusun peta jalan operasional untuk mengelola pengguna usia 14 hingga 15 tahun secara lebih ketat. Mereka juga berjanji akan melakukan penonaktifan akun secara bertahap bagi pengguna di bawah 16 tahun. Hal ini menunjukkan adanya kemauan politik dari perusahaan asal China tersebut untuk mengikuti hukum Indonesia.
Roblox juga memberikan solusi unik bagi pengguna di bawah 13 tahun. Platform gim daring ini berencana membatasi akses fitur sehingga anak-anak hanya bisa bermain secara luring atau offline. Dengan cara ini, interaksi dengan orang asing yang berisiko pada tindakan kriminalitas siber dapat ditekan secara signifikan.