Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Pandangan Steve Wozniak tentang AI: Mengecewakan dan Kering
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Pandangan Steve Wozniak tentang AI: Mengecewakan dan Kering

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 11:05 WIB
Pandangan Steve Wozniak tentang AI: Mengecewakan dan Kering

Pandangan Steve Wozniak tentang AI

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Pandangan Steve Wozniak tentang AI menjadi sorotan publik setelah sang pendiri Apple tersebut mengungkapkan rasa kecewanya terhadap arah perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini. Meski dunia sedang dilanda demam AI, Wozniak justru mengaku jarang menggunakan teknologi tersebut dalam aktivitas sehari-harinya. Ia menilai bahwa hasil yang diberikan oleh platform AI sering kali tidak sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan nyata pengguna.

Dalam sebuah wawancara mendalam dengan CNN, Wozniak memberikan kritik tajam mengenai cara AI berinteraksi dengan manusia. Ia menyoroti bahwa meskipun AI mampu memberikan jawaban yang panjang dan terlihat relevan secara umum, teknologi ini sering kali gagal menangkap inti dari pertanyaan yang diajukan. Baginya, keakuratan informasi bukanlah satu-satunya parameter keberhasilan sebuah teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu memahami konteks secara mendalam.

Salah satu poin utama dalam Pandangan Steve Wozniak tentang AI adalah gaya komunikasi mesin yang dianggap terlalu kaku atau "kering". Wozniak merasa bahwa respons yang dihasilkan AI cenderung terlalu sempurna namun kehilangan sentuhan personal yang menjadi ciri khas komunikasi antarmanusia. Ia lebih menyukai interaksi yang terasa hidup dan memiliki jiwa, bukan sekadar deretan kata yang disusun secara rapi oleh algoritma statistik.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dibalik Pandangan Steve Wozniak tentang AI yang Skeptis

Sikap skeptis Wozniak ini sebenarnya berakar pada filosofi desain yang ia pegang sejak mendirikan Apple bersama Steve Jobs. Wozniak selalu mengedepankan aspek kemanusiaan dalam setiap perangkat keras yang ia ciptakan. Baginya, teknologi harus menjadi perpanjangan dari kemampuan manusia, bukan sekadar entitas asing yang mencoba meniru pola pikir tanpa memahami esensinya.

Pandangan Steve Wozniak tentang AI juga menyentuh keterbatasan emosional dari mesin. Ia mengakui bahwa meski teknologi akan terus berevolusi, AI saat ini belum mampu meniru aspek fundamental manusia seperti rasa peduli, empati, hingga keinginan tulus untuk membantu orang lain. Menurut Wozniak, pemahaman ilmuwan tentang cara kerja otak manusia sendiri masih sangat terbatas, sehingga mustahil menciptakan replika digital yang benar-benar setara dengan kesadaran manusia dalam waktu dekat.

Namun, Wozniak tidak menutup pintu rapat-rapat bagi masa depan. Ia tetap membuka kemungkinan bahwa suatu hari nanti, kecerdasan buatan bisa mencapai titik di mana ia mampu memahami manusia layaknya sesama manusia. Hanya saja, untuk mencapai level tersebut, diperlukan lompatan besar yang melampaui sekadar pemrosesan data besar-besaran (big data) yang kita lihat pada model bahasa besar saat ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Kontradiksi Optimisme Para Raksasa Teknologi

Pernyataan Wozniak ini menciptakan kontras yang menarik jika dibandingkan dengan optimisme para pemimpin teknologi global lainnya. Di saat Pandangan Steve Wozniak tentang AI cenderung berhati-hati, CEO Google Sundar Pichai justru menyebut bahwa dampak AI akan jauh lebih besar daripada penemuan internet maupun api. Pandangan serupa juga diamini oleh CEO Apple saat ini, Tim Cook, yang terus mengintegrasikan fitur cerdas ke dalam ekosistem produk mereka.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved