Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Terobosan Berlian Heksagonal Murni China Guncang Industri Global 2026
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Terobosan Berlian Heksagonal Murni China Guncang Industri Global 2026

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 18 Maret 2026 - 10:28 WIB
Terobosan Berlian Heksagonal Murni China Guncang Industri Global 2026

Terobosan Berlian Heksagonal Murni

Sumber Foto :indiamart
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Terobosan berlian heksagonal murni kini menjadi kenyataan setelah tim peneliti asal China mengumumkan keberhasilan mereka menciptakan sampel material superkeras tersebut untuk pertama kalinya. Penemuan revolusioner ini menandai babak baru dalam dunia sains material, mengingat berlian jenis ini memiliki tingkat kekerasan yang melampaui berlian kubik yang selama ini kita kenal sebagai mineral alami terkeras di Bumi.

Hasil penelitian yang telah terbit dalam jurnal ilmiah bergengsi, Nature, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukan sekadar eksperimen laboratorium biasa. Keberhasilan menciptakan sampel murni ini membuka pintu lebar bagi pemanfaatan material ekstrem dalam berbagai sektor strategis. Mulai dari industri manufaktur alat pemotong presisi tinggi hingga pengembangan komponen elektronik generasi terbaru yang lebih tahan panas.

Selama berabad-abad, manusia hanya mengenal berlian kubik dengan susunan atom karbon berbentuk kubus. Struktur inilah yang memberikan kekerasan luar biasa pada skala Mohs. Namun, secara teoretis, para ahli fisika telah lama memprediksi adanya struktur karbon lain yang jauh lebih tangguh, yakni berlian heksagonal atau yang sering disebut sebagai Lonsdaleite.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengenal Terobosan Berlian Heksagonal Murni dan Strukturnya

Berbeda dengan berlian perhiasan pada umumnya, berlian heksagonal memiliki susunan atom karbon yang menyerupai sarang lebah atau heksagon. Struktur unik ini memberikan keunggulan mekanis yang jauh lebih stabil dan kuat dibandingkan struktur kubik. Sayangnya, di alam semesta, Lonsdaleite sangat langka dan biasanya hanya ditemukan dalam sisa-sisa benturan meteorit kuno.

Catatan sejarah pertama mengenai material ini muncul pada tahun 1967 melalui temuan di kawah meteorit Canyon Diablo, Arizona. Saat itu, fragmen asteroid menunjukkan adanya kandungan fase berlian heksagonal sekitar 30 persen, sementara sisanya tetap berupa fase kubik. Temuan serupa juga muncul pada meteorit Goalpara di India, namun dalam jumlah yang sangat terbatas dan tidak murni.

Kelangkaan dan ketidakmurnian sampel alami tersebut sempat memicu perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Beberapa pihak meragukan eksistensi Lonsdaleite murni dan menganggapnya hanya sebagai cacat struktural pada berlian kubik biasa. Namun, melalui terobosan berlian heksagonal murni terbaru ini, keraguan tersebut akhirnya terpatahkan secara ilmiah dan empiris.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Proses Sintesis Ekstrem di Laboratorium

Menciptakan material yang lebih keras dari berlian membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Tim peneliti yang dipimpin oleh Chong-Xin Shan dari Universitas Zhengzhou menggunakan teknik kompresi grafit dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Mereka memampatkan grafit yang memiliki struktur atom teratur selama kurang lebih 10 jam tanpa henti.

Tekanan yang diterapkan mencapai 20 gigapascal, sebuah angka yang setara dengan 200.000 kali tekanan atmosfer Bumi. Tidak hanya tekanan tinggi, proses ini juga membutuhkan suhu panas yang sangat menyengat, berkisar antara 1.300 hingga 1.900 derajat Celsius. Pada titik didih dan tekanan inilah, atom karbon dipaksa untuk menyusun ulang diri mereka menjadi bentuk heksagonal yang stabil.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved