Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul
Advertisement
Sponsor SLOT 16

7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 01 Januari 2026 - 01:00 WIB
7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

7 Fakta Menarik Proses Terbentuknya Samudra Baru di Afrika

Proses terbelahnya benua ini adalah salah satu peristiwa geologis paling signifikan yang terjadi di zaman modern. Berikut adalah tujuh fakta penting mengenai fenomena EARS dan pembentukan Samudra baru di Afrika:

  • Tiga Lempeng Utama Bertemu: EARS adalah tempat pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Lempeng Nubia, Lempeng Somalia, dan Lempeng Arab. Pemisahan terjadi ketika Lempeng Nubia dan Somalia menjauh dari Lempeng Arab.
  • Bukan Fenomena Baru: Meskipun kita membicarakannya sekarang, proses retakan ini sebenarnya sudah dimulai sejak sekitar 25 juta tahun yang lalu. EARS adalah hasil akumulasi dari jutaan tahun tekanan dan peregangan.
  • Zona Retakan Terbesar Dunia: EARS merupakan salah satu sistem celah terpanjang dan teraktif di permukaan bumi. Panjang totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 6.400 kilometer.
  • Bukti Nyata Terkini: Pada tahun 2018, celah raksasa tiba-tiba muncul di Kenya setelah hujan lebat. Retakan ini, yang lebarnya mencapai puluhan meter dan kedalamannya signifikan, menjadi pengingat visual yang dramatis tentang aktivitas bawah tanah yang sedang terjadi.
  • Pembentukan Dua Benua Baru: Jika proses ini selesai, Afrika akan terbagi menjadi dua benua baru. Bagian yang terpisah, yang disebut Lempeng Somalia, akan mencakup Somalia, sebagian Ethiopia, dan Kenya, serta beberapa negara lain di sisi timur.
  • Menciptakan Lautan dan Cekungan: Ketika retakan mencapai dasar laut, air akan membanjiri celah tersebut. Retakan yang ada sekarang sudah menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Dalam jutaan tahun, koneksi ini akan meluas ke selatan, membentuk lautan baru.
  • Aktivitas Vulkanik Tinggi: Zona retakan adalah tempat di mana magma dari mantel naik mendekati permukaan. Ini menjelaskan mengapa EARS juga dikenal sebagai area dengan aktivitas gempa bumi dan gunung berapi yang tinggi, seperti Gunung Kilimanjaro dan Oldoinyo Lengai.

Dampak Jangka Panjang bagi Geografi Global

Ketika celah ini benar-benar terisi air, konsekuensinya akan terasa secara global.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Pertama, akan terbentuk lautan dangkal baru yang kemudian akan melebar seiring berjalannya waktu geologis. Lautan ini akan memisahkan Benua Afrika Timur dari Afrika Barat.

Daratan yang saat ini meliputi Somalia, sebagian Kenya, dan Ethiopia akan menjadi pulau atau benua kecil tersendiri, terpisah oleh lautan yang semakin luas.

Perubahan ini juga akan berdampak pada pola cuaca, arus laut, dan tentu saja, keanekaragaman hayati di kedua daratan yang terpisah tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Saat ini, wilayah EARS sudah dicirikan oleh lanskap yang unik, termasuk danau-danau besar yang terbentuk di dalam lembah retakan, seperti Danau Tanganyika dan Danau Malawi.

Danau-danau ini adalah indikator awal dari apa yang suatu hari nanti akan menjadi dasar laut bagi Samudra baru di Afrika.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved