Secara teknis, penanaman 1.000 pohon ini juga melibatkan pemilihan jenis pohon yang memiliki daya serap air tinggi. Hal ini penting mengingat topografi Bogor yang berbukit dan memiliki curah hujan yang sangat tinggi sepanjang tahun. Dengan akar pohon yang kuat, risiko pergeseran tanah atau longsor di kawasan lereng dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga :
Urgensi RTH dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir, memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan ruang terbuka hijau ini. Menurutnya, risiko bencana meteorologi yang terus meningkat menuntut tindakan nyata yang konsisten dari semua pihak. Ia menilai bahwa minimnya kepedulian terhadap lingkungan selama ini menjadi pemicu utama terjadinya banjir kiriman yang sering merugikan banyak pihak.
Sogir menekankan bahwa penghijauan tidak boleh hanya menjadi program seremonial atau musiman saja. Gerakan menanam pohon harus menjadi budaya kolektif yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan tidak ada lahan kosong yang telantar tanpa vegetasi. Pemanfaatan lahan secara optimal untuk Hutan Kota di Bogor adalah solusi jangka panjang yang paling masuk akal.
“Pesan kami jelas, tidak boleh ada lahan yang dibiarkan kosong begitu saja. Penghijauan harus terus kita gaungkan sebagai solusi permanen untuk menjaga keseimbangan alam,” tegas Sogir. Ia juga menambahkan bahwa setiap pohon yang ditanam memiliki nilai filosofis sebagai bentuk kontribusi manusia terhadap keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Baca Juga :
Selain aspek ekologis, keberadaan hutan kota juga mampu menurunkan suhu mikro di sekitar permukiman. Di tengah fenomena pemanasan global, kehadiran rimbunnya pepohonan sangat efektif untuk mengurangi efek pulau panas perkotaan (urban heat island). Hal ini membuat lingkungan hunian menjadi lebih sejuk dan nyaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat pendingin ruangan elektronik.
Ke depan, pengawasan terhadap area hijau yang sudah ditanam menjadi tantangan tersendiri. Perlu ada komitmen bersama antara warga, pengembang, dan pemerintah untuk merawat bibit-bibit pohon tersebut hingga tumbuh besar. Dengan perawatan yang tepat, Hutan Kota di Bogor akan menjadi warisan ekologis yang sangat berharga bagi anak cucu di masa depan.