Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah
Advertisement
Sponsor SLOT 16

4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 02 Januari 2026 - 09:00 WIB
4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Ingin tahu mengapa satu hari tidak selalu 24 jam? Pelajari hasil studi terbaru tentang Perlambatan Rotasi Bumi dan sejarah Panjang Hari di Bumi. Klik!

Misteri 24 Jam: Mengapa Durasi Hari di Bumi Terus Berubah?

Kita semua telah terbiasa bahwa satu hari di planet Bumi berlangsung selama 24 jam. Angka ini sudah menjadi patokan mutlak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari jam kerja hingga perhitungan kalender.

Namun, tahukah Anda bahwa durasi 24 jam ini hanyalah sebuah fase sementara dalam sejarah geologis planet kita? Fakta ilmiah terbaru menunjukkan bahwa Panjang Hari di Bumi tidak selalu stabil, dan saat ini, Bumi sedang berputar semakin lambat.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Fenomena ini bukan terjadi dalam semalam. Ini adalah proses evolusi kosmik yang dipengaruhi oleh gaya-gaya alam semesta, terutama tarikan gravitasi Bulan. Penelitian mutakhir bahkan mengungkapkan adanya periode misterius di masa lalu ketika durasi satu hari bertahan sangat singkat, hanya sekitar 19 jam.

Artikel ini akan mengupas tuntas temuan ilmiah mengenai Perlambatan Rotasi Bumi, bagaimana para ilmuwan mengetahui fakta ini, dan implikasinya terhadap masa depan kehidupan di planet biru.

Kunci Perlambatan Rotasi Bumi: Peran Gravitasi Bulan dan Pasang Surut

Mengapa Bumi berputar semakin lambat? Biang keladinya bukanlah kerusakan mesin, melainkan tetangga kosmik kita: Bulan. Meskipun terlihat tenang di malam hari, Bulan memiliki pengaruh besar terhadap dinamika Bumi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Tarikan gravitasi Bulan menciptakan fenomena pasang surut di lautan Bumi. Saat air pasang, energi kinetik rotasi Bumi diubah menjadi energi panas melalui gesekan masif antara air laut dan dasar samudra. Proses gesekan inilah yang bertindak sebagai "rem alami" bagi planet kita.

Meskipun perlambatan ini sangat kecil (hanya sekitar 1,8 milidetik per abad), akumulasi dampaknya selama miliaran tahun telah mengubah total durasi Panjang Hari di Bumi dari masa ke masa.

Para geofisikawan telah lama mengetahui mekanisme ini, tetapi data spesifik mengenai durasi hari di era prasejarah masih menjadi teka-teki, hingga penelitian terbaru muncul.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Studi Ilmiah yang Menguak Rahasia Durasi 19 Jam

Sebuah studi monumental yang dipimpin oleh Ross Mitchell, seorang geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences, berhasil mengisi kekosongan data historis ini. Tim Mitchell menganalisis puluhan catatan geologis yang mencakup sejarah Bumi selama 2,5 miliar tahun.

Penelitian ini berfokus pada batuan sedimen kuno yang menyimpan jejak irama kosmik. Untuk melakukan analisis, mereka menggunakan metode canggih yang disebut siklostratigrafi.

Apa itu Siklostratigrafi?

Siklostratigrafi adalah ilmu yang mempelajari perubahan siklus dalam lapisan batuan sedimen. Perubahan ini, seperti ketebalan dan komposisi lapisan, sangat dipengaruhi oleh siklus astronomi, termasuk:

Advertisement
Sponsor SLOT 17
  • Siklus Milankovitch (perubahan kemiringan dan orbit Bumi).
  • Siklus rotasi harian dan bulanan.

Dengan menganalisis pola yang terekam dalam batuan yang sangat tuaβ€”terutama dari era Proterozoikum dan Arkeanβ€”para ilmuwan dapat menghitung berapa lama tepatnya durasi satu hari pada masa batuan tersebut terbentuk.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved