Mengapa ini penting? Jupiter sering diidentifikasi sebagai "bintang raja" (karena gerakannya yang lambat dan stabil) dan Saturnus dikaitkan dengan Israel atau Yudea dalam astrologi kuno. Pertemuan dramatis kedua planet ini akan menciptakan cahaya yang sangat terang, memberikan sinyal kosmik yang jelas tentang kelahiran seorang raja Yahudi.
Konjungsi tiga kali pada tahun 7 SM adalah peristiwa yang sangat mencolok dan cocok dengan kronologi historis yang ada.
2. Komet atau Nova yang Terang
Kandidat lain yang dipertimbangkan dalam Penelitian NASA Bintang Bethlehem adalah munculnya komet yang sangat terang atau nova (ledakan bintang yang tidak terlalu masif) yang tiba-tiba muncul di langit malam.
Baca Juga :
Jika Bintang Timur harus terlihat tiba-tiba dan menghilang, komet akan menjadi penjelasannya. Komet dapat muncul dengan ekor yang sangat mencolok, menarik perhatian, dan kemudian memudar seiring waktu.
Tercatat bahwa astronom Tiongkok kuno mencatat kemunculan komet pada tahun 5 SM yang mungkin telah terlihat di wilayah Yudea. Fenomena ini memenuhi kriteria sebagai cahaya yang tiba-tiba dan unik.
Namun, dalam budaya kuno, komet sering dikaitkan dengan bencana atau nasib buruk, bukan peristiwa kelahiran yang menggembirakan. Hal ini membuat teori komet sedikit kurang ideal untuk konteks narasi Alkitabiah, tetapi secara fisik, komet mampu menjadi sumber cahaya yang dicari.
Baca Juga :
3. Konjungsi Jupiter dan Venus yang Sangat Dekat
Sebuah peristiwa luar biasa terjadi pada tahun 2 Sebelum Masehi. Planet Venus dan Jupiter berada dalam konjungsi yang sangat dekat (hampir tumpang tindih) di langit. Karena kedua planet ini adalah objek paling terang di tata surya setelah Bulan, penggabungan cahaya mereka akan menghasilkan titik cahaya tunggal yang jauh lebih terang dari bintang manapun.
Dr. Michael Molnar, seorang astronom, berargumen bahwa konjungsi ini, yang terjadi di konstelasi Aries, memiliki makna astrologis yang kuat bagi para Majus, menunjukkan bahwa peristiwa itu menandai kelahiran raja di Yudea.
Meskipun kejadian pada tahun 2 SM ini menghasilkan cahaya yang paling dramatis, tantangan terbesarnya adalah tanggal ini sedikit lebih lambat dari perkiraan beberapa sejarawan tentang kelahiran Yesus.
Baca Juga :
Karakteristik Kunci Bintang Timur yang Dicari Ilmuwan
Untuk memastikan calon Bintang Timur Kelahiran Yesus paling sesuai dengan kisah para Majus, para astronom mencari bukti yang menunjukkan bahwa objek langit tersebut memiliki ciri-ciri spesifik:
Ciri-ciri Astronomi yang Diperlukan:
- Keterangan Luar Biasa: Harus lebih terang dari semua bintang atau planet lain agar menarik perhatian para Majus.
- Gerakan Unik: Harus memiliki gerakan atau penampakan yang dapat diinterpretasikan sebagai "berhenti" atau "menuntun" (seperti gerak mundur planet—retrograde—atau kemunculan di ufuk tertentu).
- Waktu yang Tepat: Harus terjadi dalam rentang waktu pemerintahan Raja Herodes Agung, karena Herodes masih hidup saat para Majus datang.
Teori Konjungsi Jupiter dan Saturnus pada tahun 7 SM sangat kuat karena peristiwa tersebut adalah yang paling konsisten dengan kronologi sejarawan Flavius Josephus mengenai masa pemerintahan Herodes.