2. Pemindai Sidik Jari di Bagian Belakang
Ada masa ketika pemindai sidik jari di bagian belakang (rear-mounted fingerprint sensor) adalah standar emas untuk kecepatan dan keandalan. Xiaomi menggunakannya secara luas di seri Redmi dan Mi sebelum 2019.
Dengan perkembangan teknologi layar AMOLED dan OLED, Xiaomi dengan cepat beralih ke teknologi Pemindai Sidik Jari Dalam Layar (In-Display Fingerprint Sensor) untuk lini ponsel kelas atas dan menengah.
Baca Juga :
Fitur yang hilang di sini adalah sensor fisik di belakang. Meskipun beberapa model entry-level masih menggunakan sensor di samping (terintegrasi dengan tombol daya), pemindai di belakang kini hampir sepenuhnya lenyap dari katalog utama mereka.
3. Slot Kartu MicroSD Khusus (Triple Slot)
Bagi banyak pengguna, kemampuan untuk memperluas penyimpanan adalah hal yang krusial. Namun, seiring dengan penurunan harga penyimpanan internal (UFS) dan peningkatan kapasitas penyimpanan dasar (mulai dari 128GB atau 256GB), kebutuhan akan MicroSD mulai menurun.
Xiaomi mulai menghilangkan slot MicroSD sepenuhnya di banyak model kelas premium, atau menggantinya dengan slot hibrida (Hybrid Slot) yang memaksa pengguna memilih antara SIM kedua atau MicroSD.
Baca Juga :
Implikasi Strategis: Keputusan ini mendorong pengguna untuk membeli varian penyimpanan internal yang lebih besar (dengan margin keuntungan lebih tinggi bagi Xiaomi) dan juga membantu menjaga kecepatan total sistem karena memori internal modern jauh lebih cepat dibandingkan MicroSD.
4. Slot Earphone 3.5mm pada Lini Flagship
Penghapusan jack audio 3.5mm mungkin adalah salah satu Fitur Xiaomi yang Hilang yang paling kontroversial dan universal di industri ini. Jack 3.5mm telah menjadi standar selama beberapa dekade.
Baca Juga :
Xiaomi secara strategis menghapus jack 3.5mm pada hampir semua perangkat flagship dan mid-range premium mereka, dimulai dari beberapa seri Mi awal.
Perusahaan kini memprioritaskan konektivitas nirkabel dan pengisian daya USB-C, yang mengarah pada desain perangkat yang lebih tipis dan peningkatan margin keuntungan di segmen produk audio nirkabel (seperti TWS, True Wireless Stereo) yang merupakan bagian vital dari ekosistem AIoT Xiaomi.
5. MIUI A/B Partition System (Untuk Pembaruan Seamless)
Ini adalah fitur perangkat lunak yang tidak terlihat oleh pengguna sehari-hari, namun sangat penting untuk proses pembaruan sistem. Sistem partisi A/B (dikenal juga sebagai pembaruan seamless) memungkinkan pembaruan dipasang di partisi ‘B’ saat perangkat berjalan pada partisi ‘A’. Jika pembaruan gagal, perangkat dapat kembali ke A dengan aman.
Baca Juga :
Meskipun sistem A/B ini standar di Android murni, Xiaomi memilih untuk tidak mengadopsinya secara konsisten di semua perangkat mereka yang menjalankan MIUI, terutama di model lama atau kelas menengah tertentu.
Alasan Penghapusan/Penghindaran: Partisi A/B memerlukan dua kali lipat ruang penyimpanan untuk OS, yang menjadi masalah pada perangkat dengan kapasitas ROM terbatas. Untuk menghemat biaya dan ruang, beberapa perangkat Xiaomi menggunakan pembaruan tradisional, meskipun berisiko mengalami kegagalan boot jika terjadi kesalahan saat instalasi.