Spesifikasi mesin mobil yang Anda gunakan sehari-hari sangat menentukan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang paling tepat untuk dikonsumsi. Mengisi bensin tanpa memperhatikan kecocokan teknis bisa berdampak fatal pada kesehatan mesin dalam jangka panjang. Banyak pemilik kendaraan saat ini hanya mempertimbangkan faktor harga tanpa memahami kebutuhan mekanis kendaraan mereka sendiri.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan para pemilik kendaraan agar selalu disiplin memilih BBM. Menurutnya, ketidaksesuaian antara angka oktan (RON) bahan bakar dengan rasio kompresi dapat memicu penurunan performa mesin kendaraan secara drastis. Lebih buruk lagi, kebiasaan buruk ini berisiko merusak komponen vital di dalam ruang bakar.
Setiap kendaraan yang keluar dari pabrik telah melalui proses perancangan yang sangat presisi oleh para insinyur. Oleh karena itu, mengabaikan panduan resmi pabrikan mengenai jenis BBM sama saja dengan mempercepat masa pakai kendaraan Anda. Pemahaman mendalam mengenai teknologi dapur pacu menjadi kunci utama dalam merawat kendaraan agar tetap awet.
Baca Juga :
Mengenal Spesifikasi Mesin Mobil untuk Pertalite
Pertalite merupakan bahan bakar dengan nilai oktan RON 90 yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan data teknis dari Pertamina, bahan bakar berwarna hijau jernih ini dirancang khusus untuk dapur pacu dengan rasio kompresi mesin 9:1 hingga 10:1. Batasan kompresi ini sangat krusial untuk menjaga siklus pembakaran tetap sempurna.
Memahami spesifikasi mesin mobil sebelum mengantre di SPBU sangat penting untuk mencegah terjadinya gejala engine knocking atau mesin menggelitik. Gejala ini muncul ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar secara prematur akibat tekanan piston yang terlalu tinggi sebelum busi memercikkan api. Guncangan akibat pembakaran dini ini lambat laun akan mengikis permukaan piston.
Kadar sulfur Pertalite yang berada di bawah 500 ppm membuatnya cukup ramah lingkungan untuk standar teknologi mesin tertentu. Karakteristik ini membuat Pertalite sangat kompatibel dengan mayoritas kendaraan roda empat kelas menengah ke bawah yang beredar di jalanan tanah air saat ini. Namun, hal ini tidak berlaku untuk mobil-mobil keluaran terbaru dengan teknologi turbocharger.
Baca Juga :
Daftar Mobil Populer yang Cocok Menggunakan Pertalite
Jika merujuk pada buku panduan pemilik, beberapa kendaraan terlaris di Indonesia memang dirancang untuk menenggak BBM RON 90. Salah satu contoh paling nyata adalah Toyota Avanza, baik untuk varian mesin 1.300 cc maupun 1.500 cc. Pabrikan merancang spesifikasi mesin mobil MPV sejuta umat ini agar tetap aman dan efisien saat mengonsumsi bensin beroktan 90 atau lebih tinggi.
Selain Avanza, kembarannya seperti Toyota Rush dan Daihatsu Terios juga memiliki karakteristik mesin yang serupa. Mesin dual VVT-i yang disematkan pada mobil-mobil tersebut masih sangat toleran terhadap bahan bakar Pertalite. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen yang menginginkan biaya operasional harian yang lebih efisien.