Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Mobil Listrik Mati di Rel: Mitos Medan Magnet dan Faktanya
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Mobil Listrik Mati di Rel: Mitos Medan Magnet dan Faktanya

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 30 April 2026 - 11:55 WIB
Mobil Listrik Mati di Rel: Mitos Medan Magnet dan Faktanya

Mobil listrik mati di rel

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Mobil listrik mati di rel menjadi kekhawatiran baru bagi pemilik kendaraan ramah lingkungan saat melintasi perlintasan kereta api. Fenomena kendaraan yang tiba-tiba mogok di tengah jalur rel seringkali memicu perdebatan di tengah masyarakat. Banyak orang berasumsi bahwa pancaran medan magnet yang kuat dari rel menjadi penyebab utama sistem kelistrikan mobil berhenti bekerja secara mendadak.

Isu mengenai fenomena mobil listrik mati di rel ini kembali mencuat setelah sebuah insiden menimpa satu unit taksi listrik di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Kendaraan tersebut dilaporkan terhenti tepat di tengah rel sebelum akhirnya tertabrak oleh KRL yang melaju dari arah Cikarang. Kejadian tragis ini memperkuat spekulasi publik mengenai bahaya laten medan magnet bagi kendaraan modern yang berbasis baterai.

Menanggapi simpang siur informasi tersebut, Hilwadi Hindersah, seorang pengajar di Prodi Teknik Elektro STEI ITB, memberikan penjelasan ilmiah. Hilwadi mengakui bahwa jalur kereta api, khususnya sistem KRL, memang menghasilkan medan magnet. Namun, ia menekankan bahwa kekuatan medan magnet tersebut tidak sebesar yang dibayangkan oleh masyarakat awam selama ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Analisis Pakar Mengenai Mobil Listrik Mati di Rel

Menurut Hilwadi, medan magnet yang ada di sekitar rel kereta api bersifat tersebar dan tidak fokus pada satu titik. Karakteristik ini membuat kekuatan magnet saling mengurangi satu sama lain sehingga dampaknya sangat kecil. Kondisi tersebut secara teknis tidak cukup kuat untuk merusak atau mematikan sistem penggerak pada kendaraan listrik yang sedang melintas.

Selain itu, perusahaan operator kereta api seperti PT KAI telah menerapkan standar keamanan tinggi pada infrastruktur mereka. Hilwadi menjelaskan bahwa sepanjang jalur rel biasanya sudah terpasang perangkat proteksi khusus. Perangkat seperti EMC Filter atau Tuned Track Circuit berfungsi untuk meminimalisir gangguan elektromagnetik yang mengalir di sepanjang rel.

Hilwadi menegaskan bahwa penyebab mobil listrik mati di rel bukan berasal dari gangguan magnetik terhadap perangkat elektronik kendaraan. Ia meyakini ada kombinasi faktor teknis lain dan situasi darurat yang lebih berperan. Salah satu kemungkinan besar adalah kegagalan sistem keamanan kendaraan atau reaksi teknis akibat guncangan saat melintasi rel yang tidak rata.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengapa Kendaraan Bisa Mogok di Perlintasan?

Secara teknis, kendaraan listrik memiliki sistem manajemen baterai (BMS) yang sangat sensitif. Jika kendaraan mengalami guncangan keras atau benturan pada bagian kolong saat melewati rel, sensor keamanan mungkin akan memutus aliran daya secara otomatis untuk mencegah kebakaran. Hal ini sering disalahartikan sebagai efek magnetik, padahal merupakan prosedur keselamatan internal mobil tersebut.

Kasus mobil listrik mati di rel juga seringkali dipicu oleh faktor psikologis pengemudi. Kepanikan saat melihat kereta akan melintas dapat menyebabkan kesalahan operasional. Pada kendaraan konvensional, pengemudi mungkin salah melepas kopling, sementara pada mobil listrik, pengemudi mungkin secara tidak sengaja menginjak pedal rem terlalu dalam atau mengaktifkan fitur emergency brake karena sensor mendeteksi objek besar mendekat.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved