Merek Deepal juga tidak kalah bersinar dengan mencatatkan penjualan 325.096 unit kendaraan, atau tumbuh 44,4 persen. Deepal berhasil mencapai angka kumulatif 400.000 unit hanya dalam waktu 29 bulan, sebuah rekor kecepatan baru di kelasnya. Inovasi teknologi yang Deepal tawarkan menjadi daya tarik utama bagi konsumen muda yang menginginkan kendaraan canggih dengan performa tinggi, sehingga memastikan pertumbuhan penjualan mobil listrik Changan tetap stabil.
Selanjutnya, merek Nevo turut menyumbang angka yang signifikan dengan total 410.495 unit terjual selama 2025. Kenaikan sebesar 42,6 persen ini terjadi seiring dengan peluncuran jajaran produk generasi 2.0 seperti Q07, A06, dan All-New Q05. Model Q07 dan A06 konsisten terjual lebih dari 10.000 unit setiap bulannya, sementara All-New Q05 menerima 20.000 pesanan hanya pada bulan pertama peluncurannya, memberikan kontribusi signifikan pada penjualan mobil listrik Changan tahun ini.
Meskipun fokus pada NEV, kendaraan berbahan bakar bensin (ICE) Changan tetap diminati. Seri EADO terjual sebanyak 210.599 unit dan menduduki peringkat pertama di segmen sedan bensin Tiongkok. Sementara itu, seri CS75 mencatatkan penjualan 217.522 unit, membawa total penjualan kumulatif model ini melampaui 3 juta unit. Di segmen kendaraan komersial, melalui merek Kaicheng, perusahaan mencatat penjualan 260.648 unit dengan pertumbuhan ekspor mencapai 31,1 persen.
Keberhasilan Changan sepanjang tahun 2025 mencerminkan kematangan industri otomotif Tiongkok dalam menghadapi era elektrifikasi. Dengan terus melakukan inovasi pada teknologi baterai dan sistem kemudi otonom, Changan diprediksi akan terus memimpin pasar dalam beberapa tahun ke depan. Fokus pada riset dan pengembangan menjadi modal utama untuk menjaga tren positif penjualan mobil listrik Changan di masa depan.