Menjaga jarak aman dengan kendaraan lain memberikan ruang bagi pengemudi untuk melakukan deselerasi secara alami menggunakan engine brake. Dengan cara ini, momentum kendaraan tetap terjaga dan mesin tidak perlu bekerja ekstra keras untuk membangun kembali kecepatan dari posisi diam atau lambat.
Pentingnya Menjaga RPM Tetap Rendah
Rifat juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memantau putaran mesin atau revolutions per minute (RPM). Prinsip dasarnya adalah mencapai kecepatan yang diinginkan dengan putaran mesin serendah mungkin. Semakin tinggi RPM, semakin banyak siklus pembakaran yang terjadi, yang artinya semakin banyak bensin yang tersedot.
“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” ujarnya. Bagi pengguna mobil matik, sistem transmisi biasanya sudah diatur untuk berpindah gigi pada titik efisiensi terbaik. Pengemudi cukup menjaga injakan pedal gas agar tetap stabil dan memanfaatkan fitur seperti eco mode jika tersedia.
Mempraktikkan cara menghemat BBM mobil melalui transmisi manual membutuhkan perasaan yang lebih peka. Pengemudi disarankan untuk segera berpindah ke gigi yang lebih tinggi begitu mesin mencapai torsi yang cukup. Jangan memaksakan mesin meraung di gigi rendah saat jalanan sudah memungkinkan untuk melaju lebih cepat.
Faktor Pendukung Lain: Ban dan Beban Kendaraan
Di luar tips utama dari Rifat Sungkar, terdapat faktor eksternal yang sering dilupakan namun berdampak besar pada konsumsi bensin. Salah satunya adalah tekanan udara pada ban. Ban yang kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk memutar roda.
Selain itu, beban muatan di dalam mobil juga perlu diperhatikan. Membawa barang-barang yang tidak diperlukan di dalam bagasi hanya akan menambah beban kerja mesin. Setiap tambahan beban 50 kilogram dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 1 hingga 2 persen, tergantung pada jenis kendaraannya.
Penggunaan pendingin ruangan atau AC juga perlu dilakukan secara bijak. Saat suhu udara di luar cukup sejuk, menurunkan tingkat kedinginan AC dapat sedikit membantu meringankan beban kompresor mesin. Hal-hal kecil seperti ini jika dikumpulkan akan memberikan dampak yang signifikan pada penghematan jangka panjang.
Terakhir, Rifat menekankan pentingnya perubahan pola pikir atau mindset saat berkendara. Efisiensi seringkali menuntut kita untuk sedikit mengorbankan sensasi kecepatan demi keberlanjutan. Dengan memahami dan menerapkan cara menghemat BBM mobil secara konsisten, pengemudi tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan.