Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Larangan Mobil Listrik China: Senator AS Sebut Mirip Kanker
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Larangan Mobil Listrik China: Senator AS Sebut Mirip Kanker

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 07 April 2026 - 04:30 WIB
Larangan Mobil Listrik China: Senator AS Sebut Mirip Kanker

Larangan mobil listrik China

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Sejumlah asosiasi perdagangan otomotif terkemuka bahkan telah melayangkan surat resmi kepada Gedung Putih. Mereka mendesak pemerintah untuk tetap konsisten dan tidak melunakkan kebijakan ini. Desakan tersebut muncul di tengah persiapan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Sejauh ini, larangan mobil listrik China dipandang sebagai langkah preventif agar industri otomotif AS tidak mengalami nasib serupa dengan industri telekomunikasi. Moreno membandingkan situasi ini dengan pemblokiran Huawei dari infrastruktur telekomunikasi AS beberapa tahun lalu. Ia percaya bahwa mencegah masalah sejak dini jauh lebih efektif daripada mencoba memperbaikinya setelah pasar terlanjur dikuasai.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

“Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur vital kami, maka kami juga tidak akan membiarkan produsen mobil China menguasai pasar ini,” tambah Moreno. Ia menggunakan analogi yang cukup kontroversial dengan menyebut masuknya produk China sebagai 'kanker' yang harus dicegah dengan tindakan medis yang keras atau 'kemoterapi' ekonomi.

Respons Keras dari Pihak Beijing

Di sisi lain, Kedutaan Besar China di Washington tidak tinggal diam menghadapi tuduhan dan rencana pembatasan tersebut. Mereka menilai bahwa langkah yang diusulkan oleh Senator Moreno adalah bentuk nyata dari proteksionisme perdagangan yang menyimpang dari prinsip-prinsip ekonomi global. China mengeklaim bahwa selama ini mereka telah membuka pasar otomotifnya secara luas bagi perusahaan global, termasuk perusahaan asal AS.

Pihak kedutaan menyatakan bahwa Amerika Serikat justru menciptakan hambatan yang tidak adil melalui kebijakan subsidi yang diskriminatif. Menurut mereka, RUU yang diusulkan tersebut melanggar prinsip persaingan yang sehat dan merupakan bentuk tekanan ekonomi yang tidak berdasar. China secara tegas menentang narasi yang menyudutkan produk mereka sebagai ancaman keamanan tanpa bukti yang konkret.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ketegangan ini menambah daftar panjang konflik dagang antara dua raksasa ekonomi dunia. Meskipun ada rencana pertemuan diplomatik pada bulan Mei, atmosfer persaingan tetap memanas. Menariknya, Donald Trump sebelumnya pernah memberikan sinyal yang sedikit berbeda. Dalam sebuah pidato di Detroit, Trump menyatakan terbuka jika produsen China ingin membangun pabrik di AS dan mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Namun, visi Moreno tampaknya lebih menutup pintu rapat-rapat bagi segala bentuk keterlibatan China. Ia tetap pada pendiriannya bahwa larangan mobil listrik China adalah harga mati untuk kedaulatan ekonomi. Moreno khawatir bahwa meskipun pabrik dibangun di AS, kontrol teknologi dan aliran data tetap akan bermuara ke Beijing, yang pada akhirnya tetap mengancam keamanan nasional.

Dinamika ini juga dipengaruhi oleh posisi Meksiko sebagai mitra dagang strategis. AS khawatir produsen China akan menggunakan Meksiko sebagai basis produksi untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (USMCA). Jika hal ini terjadi, maka upaya proteksi di perbatasan AS akan menjadi sia-sia tanpa kerja sama regional yang solid.

Advertisement
Sponsor SLOT 17
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved