Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Pengecekan Ban Setelah Mudik Lebaran 2026, Ini Tips Bridgestone
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Pengecekan Ban Setelah Mudik Lebaran 2026, Ini Tips Bridgestone

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 05 April 2026 - 09:54 WIB
Pengecekan Ban Setelah Mudik Lebaran 2026, Ini Tips Bridgestone

Pengecekan ban setelah mudik

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Pengecekan ban setelah mudik Lebaran 2026 menjadi agenda wajib bagi setiap pemilik kendaraan pribadi seiring dengan kembalinya rutinitas normal di perkotaan. Setelah menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer, komponen ban memerlukan perhatian khusus karena menjadi satu-satunya titik kontak antara kendaraan dengan permukaan jalan. Mobilitas yang tinggi selama periode libur panjang tentu meninggalkan jejak pada performa si "karet bundar" ini.

PT Bridgestone Tire Indonesia merespons situasi ini dengan memberikan imbauan serius kepada para pengendara untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh. Langkah ini bukan sekadar rutinitas perawatan biasa, melainkan prosedur keselamatan yang vital untuk memastikan kendaraan tetap prima saat kembali digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota yang padat.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menjelaskan bahwa beban kerja ban selama periode mudik jauh melampaui penggunaan sehari-hari. "Perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal. Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal," tegas Mukiat dalam keterangan resminya baru-baru ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengapa Pengecekan Ban Setelah Mudik Begitu Krusial?

Selama perjalanan lintas provinsi, ban kendaraan menghadapi berbagai tantangan ekstrem yang secara akumulatif menurunkan kualitas materialnya. Durasi berkendara yang lama menyebabkan suhu panas pada ban meningkat secara konsisten, yang jika dibarengi dengan aspal jalan yang panas, dapat mempercepat proses oksidasi karet. Kondisi ini membuat fleksibilitas ban berkurang jika tidak segera mendapat penanganan.

Selain faktor suhu, beban kendaraan selama mudik biasanya mencapai titik maksimal. Penumpang yang penuh ditambah tumpukan barang bawaan di bagasi atau roof rack memberikan tekanan vertikal yang sangat besar pada dinding samping ban (sidewall). Jika kendaraan menghantam lubang dalam kondisi beban puncak, risiko kerusakan struktur internal ban menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan normal dengan beban ringan.

Kondisi jalan yang bervariasi, mulai dari jalan tol yang mulus hingga jalur alternatif yang bergelombang atau berbatu, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap keausan tapak. Tanpa melakukan pengecekan ban setelah mudik, pemilik kendaraan mungkin tidak menyadari adanya degradasi performa pengereman yang disebabkan oleh berkurangnya kedalaman alur ban secara tidak merata.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Waspadai Kerusakan Tersembunyi dan Tekanan Angin

Salah satu aspek teknis yang paling sering terabaikan oleh pemilik kendaraan adalah tekanan angin. Selama perjalanan jauh, ban bisa mengalami "bocor halus" akibat tusukan benda tajam kecil yang tidak langsung merobek ban. Penurunan tekanan udara secara perlahan ini sangat berbahaya jika diabaikan. Tekanan yang kurang menyebabkan dinding samping ban melentur secara berlebihan (flexing), yang memicu panas ekstrem dan risiko pecah ban mendadak di kemudian hari.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved