Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Pengembangan Mobil Listrik Afeela Resmi Dihentikan Sony Honda
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Pengembangan Mobil Listrik Afeela Resmi Dihentikan Sony Honda

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 27 Maret 2026 - 04:53 WIB
Pengembangan Mobil Listrik Afeela Resmi Dihentikan Sony Honda

Pengembangan Mobil Listrik Afeela

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Pengembangan Mobil Listrik Afeela kini resmi berakhir setelah Sony Honda Mobility memutuskan untuk menghentikan seluruh proses produksinya. Keputusan mengejutkan ini menyusul langkah Honda yang memilih untuk meredam ambisi besar mereka di sektor kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Langkah ini menjadi sinyal kuat mengenai betapa beratnya persaingan bagi pemain baru di industri otomotif masa depan yang kian kompetitif.

Sebelum keputusan ini mencuat, Honda telah mengumumkan kebijakan finansial yang cukup drastis. Raksasa otomotif asal Jepang tersebut bersiap mencatatkan penurunan nilai aset atau writedown hingga mencapai 2,5 triliun yen. Angka ini setara dengan kurang lebih 15,7 miliar dolar AS. Penyesuaian besar-besaran ini mencerminkan adanya pergeseran mendasar dalam peta jalan teknologi perusahaan di tengah ketidakpastian pasar global.

Keputusan menghentikan pengembangan mobil listrik Afeela ini berakar dari langkah drastis Honda yang berpotensi memicu kerugian tahunan pertama bagi perusahaan dalam tujuh dekade terakhir sebagai entitas publik. Kondisi ekonomi makro dan dinamika politik internasional turut memberikan tekanan hebat. Di Amerika Serikat, kebijakan yang berkembang di bawah pengaruh Donald Trump cenderung mengurangi insentif bagi kendaraan ramah lingkungan, yang secara otomatis melemahkan daya saing EV.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengapa Pengembangan Mobil Listrik Afeela Gagal Berlanjut?

Selain faktor kebijakan di Amerika Serikat, permintaan pasar di wilayah Eropa ternyata tidak tumbuh sekuat proyeksi awal. Konsumen di Benua Biru mulai menunjukkan kejenuhan terhadap model-model EV yang ada, sementara infrastruktur pendukung belum merata sepenuhnya. Kondisi inilah yang memaksa Sony Honda Mobility mengevaluasi kembali kelayakan bisnis jangka panjang dari proyek ambisius mereka.

Fenomena ini sebenarnya tidak hanya menimpa kolaborasi Sony dan Honda. Sejumlah produsen otomotif konvensional kelas dunia seperti Ford dan Stellantis juga sedang berjuang keras menghadapi realitas pasar. Mereka terpaksa melakukan perombakan strategi setelah mencatatkan kerugian operasional yang sangat masif di divisi kendaraan listrik mereka. Hal ini membuktikan bahwa transisi menuju energi bersih memerlukan napas finansial yang sangat panjang.

Bagi Sony, kegagalan dalam melanjutkan pengembangan mobil listrik Afeela menempatkan mereka dalam daftar panjang perusahaan teknologi yang kesulitan menembus industri otomotif. Membangun mobil ternyata jauh lebih rumit daripada memproduksi perangkat elektronik konsumen. Saat ini, penguasaan pasar EV masih berada kuat di tangan Tesla serta gempuran produsen asal China yang mampu memproduksi kendaraan berkualitas dengan harga jauh lebih terjangkau.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Belajar dari Kegagalan Apple dan Keberhasilan Xiaomi

Dunia teknologi sebelumnya juga sempat heboh ketika Apple memutuskan untuk menyetop proyek mobil listrik rahasia mereka. Padahal, Apple telah menghabiskan waktu pengembangan selama lebih dari satu dekade dengan investasi miliaran dolar. Namun, kerumitan manufaktur skala besar dan margin keuntungan yang tipis membuat raksasa Cupertino tersebut memilih mundur dari gelanggang otomotif.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved