βPilih waktu yang tepat, pilih kondisi yang tepat, dan kemudian dengarkan informasi yang disampaikan petugas,β tuturnya. Kesadaran masyarakat untuk tidak pulang secara bersamaan pada puncak arus balik Lebaran 2026 menjadi faktor kunci keberhasilan manajemen lalu lintas tahun ini.
Kesiapan Fisik dan Kendaraan Jadi Prioritas
Selain faktor waktu keberangkatan, Jasa Marga juga menyoroti pentingnya kesiapan teknis kendaraan. Perjalanan jarak jauh dalam kondisi lalu lintas yang padat memerlukan performa mesin yang prima. Pastikan ketersediaan bahan bakar, kecukupan saldo uang elektronik, serta kondisi ban dan rem dalam keadaan laik jalan.
Kondisi fisik pengemudi juga tidak kalah penting. Rasa lelah dan kantuk merupakan penyebab utama kecelakaan di jalan tol. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan rest area secara bijak. Jika tempat istirahat sudah penuh, pengemudi disarankan untuk keluar tol sejenak mencari tempat istirahat di jalan arteri sebelum melanjutkan perjalanan.
βYang penting selain kesiapan kendaraan dan pengemudi, kesiapan terhadap memilih waktu berangkat atau melakukan perjalanan itu juga penting,β ucap Rivan menambahkan. Hal ini demi memastikan setiap pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat tanpa hambatan berarti.
Jasa Marga juga telah menyiagakan ribuan personel dan armada bantuan di sepanjang jalur mudik. Mulai dari mobil derek, ambulans, hingga unit patroli siap sedia 24 jam untuk membantu pengguna jalan yang mengalami kendala teknis di tengah perjalanan menuju puncak arus balik Lebaran 2026.
Komunikasi publik terus ditingkatkan agar informasi mengenai skema rekayasa lalu lintas sampai ke tangan masyarakat dengan cepat. Penggunaan aplikasi Travoy milik Jasa Marga sangat direkomendasikan bagi pengendara untuk mengecek CCTV jalan tol secara langsung serta mengetahui estimasi waktu tempuh.
Dengan koordinasi yang matang antara pemerintah, operator jalan tol, dan kepolisian, diharapkan momen puncak arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar. Kesabaran dan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan akan menjadi penentu utama kenyamanan perjalanan pulang kali ini.