Faktor harga jual juga menjadi kendala serius yang sering dikeluhkan oleh para pemain PC. Sony kerap kali membanderol game porting mereka dengan harga penuh (full price) setara game baru, meskipun game tersebut sudah melewati siklus pemasaran utama selama bertahun-tahun di konsol. Konsumen PC merasa enggan membayar harga premium untuk game lama yang detail ceritanya sudah banyak beredar di internet dan media sosial.
Melindungi Masa Depan Konsol PS5
Dari sudut pandang bisnis konsol, laporan internal juga mengungkap adanya kekhawatiran mendalam dari faksi tertentu di dalam manajemen PlayStation. Mereka menilai bahwa merilis game andalan di PC secara perlahan dapat mengikis nilai jual unik (USP) dari konsol PlayStation itu sendiri. Jika semua game terbaik akhirnya bisa dimainkan di PC dengan kualitas grafis yang lebih tinggi, maka motivasi konsumen untuk membeli PS5 atau konsol generasi penerusnya akan menurun drastis.
Baca Juga :
Strategi ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Jim Ryan yang sebelumnya sangat gencar melakukan ekspansi ke pasar PC. Di bawah kendali Hermen Hulst, prioritas utama kini dikembalikan untuk memperkuat ekosistem konsol tertutup guna mengamankan penjualan perangkat keras dan langganan PS Plus. Langkah ini diharapkan dapat menjaga loyalitas basis penggemar konsol tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan Sony Interactive Entertainment.
Langkah drastis ini mempertegas bahwa game eksklusif PlayStation PC untuk genre single-player tidak akan menjadi fokus utama Sony lagi demi menjaga kelangsungan ekosistem hardware mereka. Perusahaan asal Jepang ini kini memilih untuk fokus memperkuat dominasi konsol PS5 di pasar global yang kian kompetitif. Bagi para gamer PC, keputusan ini tentu menjadi kabar buruk yang memaksa mereka untuk kembali melirik konsol jika ingin menikmati petualangan sinematik khas PlayStation di hari pertama perilisan.