Kebijakan perilisan game eksklusif PlayStation PC kini resmi mengalami perubahan drastis setelah Sony memutuskan untuk menghentikan porting game single-player mereka ke platform komputer. Langkah strategis ini membatalkan rencana awal tahun PlayStation yang sempat ingin membawa lebih banyak game konsol ke pasar PC secara lebih agresif. Informasi internal ini berembus dari laporan jurnalis industri terkemuka yang mengungkap arahan terbaru dari petinggi PlayStation Studios kepada para karyawannya.
CEO PlayStation Studios, Hermen Hulst, kabarnya telah menyampaikan keputusan krusial ini secara langsung dalam pertemuan internal staf minggu ini. Judul-judul besar yang sangat dinanti seperti Ghost of Yotei, Saros, hingga Marvel's Wolverine dipastikan akan tetap menjadi game eksklusif konsol PS5 sepenuhnya. Sony tampaknya ingin mengembalikan kesaktian konsol mereka sebagai satu-satunya wadah untuk menikmati petualangan naratif premium besutan studio internal mereka.
Meski demikian, kebijakan baru ini tidak akan berlaku untuk game berbasis multiplayer atau live-service. Game tembak-menembak fiksi ilmiah seperti Marathon garapan Bungie akan tetap meluncur secara simultan di berbagai platform gaming, termasuk PC. Namun, era keemasan di mana gamer PC bisa menikmati porting game blockbuster seperti Spider-Man, The Last of Us, dan Horizon beberapa bulan setelah rilis konsol kini telah resmi berakhir.
Baca Juga :
Alasan Sony Menghentikan Game Eksklusif PlayStation PC
Keputusan untuk membatasi game eksklusif PlayStation PC ini diambil setelah manajemen mengevaluasi performa penjualan lintas platform yang tidak berimbang. Sebagai perbandingan, Marvel's Spider-Man 2 sukses besar dengan terjual hingga 16 juta kopi di konsol PS5. Sebaliknya, saat game petualangan manusia laba-laba tersebut mendarat di PC, angka penjualannya mandek di kisaran 700 ribu kopi saja, sebuah angka yang dinilai sangat mengecewakan bagi proyek berbiaya besar.
Riset pasar mendalam dari Newzoo menunjukkan bahwa penundaan rilis game eksklusif PlayStation PC menjadi faktor utama yang melemahkan minat beli para gamer. Judul-judul porting PlayStation yang rilis terlambat biasanya hanya mampu menyumbang sekitar 13 persen dari total pemain aktif PC dalam tiga bulan pertama perilisan. Rentang waktu rilis yang terlalu lama, bahkan hingga hitungan tahun, membuat momentum hype game tersebut sudah telanjur padam di komunitas.
Padahal, Sony sebelumnya telah berinvestasi besar-besaran dengan mengakuisisi Nixxes Software pada tahun 2021, sebuah studio spesialis porting PC, untuk memperlancar strategi ini. Sayangnya, langkah tersebut kerap terganjal oleh masalah teknis saat peluncuran. Sebagai contoh, peluncuran The Last of Us Part I versi PC sempat diwarnai kritik tajam akibat optimasi yang buruk, masalah stuttering, hingga waktu memuat shader yang sangat lama, yang akhirnya merusak reputasi porting game eksklusif PlayStation PC di mata komunitas.
Baca Juga :
Kontroversi Akun PSN dan Masalah Harga
Selain masalah teknis, kebijakan non-teknis dari Sony juga turut memperkeruh hubungan mereka dengan komunitas PC. Kewajiban menautkan akun PlayStation Network (PSN) untuk memainkan game seperti Helldivers 2 dan Ghost of Tsushima versi PC memicu gelombang protes keras berupa review-bombing di Steam. Kebijakan ini bahkan membuat game tersebut tidak dapat dibeli di lebih dari 170 negara yang tidak memiliki akses resmi ke layanan PSN.