Dalam prosedur normal, pengembang harus mengisi formulir penilaian mandiri yang mencakup unsur kekerasan, penggunaan bahasa, konten seksual, hingga interaksi daring. Namun, adanya kejanggalan rating game Steam menunjukkan adanya potensi celah dalam proses tersebut. Sonny menambahkan bahwa dengan adanya verifikasi berlapis, berbagai titik kesalahan seharusnya bisa dihindari sejak awal sebelum produk tayang di etalase digital.
Pemerintah kini tengah meninjau kembali bagaimana integrasi antara data IGRS dan sistem rating global di platform pihak ketiga seperti Steam. Jika terjadi sinkronisasi yang buruk, maka data yang ditampilkan kepada pengguna di Indonesia bisa berbeda dengan standar nasional. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab PUBG yang penuh aksi tembak-menembak bisa berlabel 3+, sementara Upin Ipin yang edukatif justru berlabel dewasa.
Dampak dari kejanggalan rating game Steam ini bisa sangat fatal bagi perkembangan psikologis anak. Orang tua yang hanya mengandalkan label angka di layar tanpa memeriksa konten aslinya mungkin akan kecolongan. Oleh karena itu, Komdigi menekankan pentingnya akurasi data rating sebagai instrumen perlindungan konsumen yang paling mendasar di industri kreatif digital.
Langkah Cepat Takedown dan Pemulihan Sistem
Kabar baiknya, Steam segera merespons laporan mengenai kejanggalan rating game Steam tersebut dengan melakukan tindakan cepat. Sonny memastikan bahwa rating-rating yang sempat menjadi polemik dan viral di media sosial kini telah diturunkan atau di-take down dari platform. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif sementara proses investigasi internal mereka masih berlangsung.
Meskipun rating yang bermasalah telah dihapus, Sonny menjamin bahwa para pemain masih bisa menikmati permainan mereka secara normal. Tidak ada pemblokiran akses terhadap game-game tersebut, hanya saja label informasinya sedang diperbaiki agar sesuai dengan standar IGRS. "Kalau yang sekarang kan langsung ditake down. Udah enggak ada lagi rating yang janggal dan aneh itu," tegasnya.
Investigasi internal oleh pihak Steam diharapkan mampu mengungkap apakah ada kesalahan pada algoritma mereka atau adanya kesalahan input data dari pihak pengembang. Komdigi akan terus memantau perkembangan ini hingga sistem rating kembali stabil dan akurat sesuai dengan profil konten masing-masing permainan.
Ke depannya, Komdigi berencana untuk memperketat pengawasan terhadap platform distribusi digital lainnya. Hal ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap kritis dan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian konten dengan rating usia yang tertera pada platform digital mana pun.
Melalui kerja sama yang erat antara regulator dan penyedia platform, diharapkan ekosistem gaming di Indonesia menjadi lebih sehat dan edukatif. Pemerintah berharap agar kejanggalan rating game Steam tidak terulang kembali, sehingga industri game dapat terus tumbuh tanpa mengabaikan aspek keamanan dan perlindungan bagi generasi muda Indonesia.