Kala itu, RRQ Hoshi hanya mampu memenangkan enam pertandingan dari total 16 laga yang mereka jalani di babak Reguler Season. Jika tren negatif ini terus berlanjut hingga akhir musim S17, bukan tidak mungkin tim berjuluk Raja dari Segala Raja ini akan kembali tereliminasi lebih awal. Tekanan psikologis tentu kini berada di pundak para pemain muda mereka.
Sesuai regulasi yang berlaku, hanya enam tim teratas yang berhak melaju ke babak Playoff. Sementara itu, tiga tim yang menghuni peringkat terbawah akan langsung gugur dari kompetisi. Dengan selisih poin yang cukup jauh, RRQ Hoshi membutuhkan keajaiban dan perubahan strategi besar-besaran untuk bisa merangkak naik dari zona merah.
Para analis esports menilai bahwa masalah utama RRQ saat ini terletak pada adaptasi patch terbaru dan mentalitas bertanding. Team Liquid ID mampu memanfaatkan celah tersebut dengan sangat baik. Jika RRQ Hoshi tidak segera berbenah, posisi mereka di Klasemen MPL ID S17 Week 2 akan menjadi awal dari akhir perjalanan mereka di musim ini.
Pekan depan akan menjadi ujian krusial bagi RRQ Hoshi untuk membuktikan apakah mereka masih layak menyandang gelar raja. Seluruh mata komunitas Mobile Legends Indonesia kini tertuju pada bagaimana strategi tim pelatih untuk mengangkat kembali performa tim. Semua pihak berharap ada persaingan yang lebih kompetitif demi memperbaiki posisi di Klasemen MPL ID S17 Week 2.