Fase kedua adalah Group Stage yang diikuti oleh 16 tim. Pada tahap ini, persaingan akan semakin memanas karena hanya dua tim terbaik dari masing-masing empat grup yang boleh melangkah ke babak Playoffs. Penggunaan sistem Global Ban & Pick tetap menjadi standar utama untuk memastikan variasi strategi dan pemilihan hero yang lebih dinamis sepanjang Kejuaraan Dunia Honor of Kings 2026.
Puncaknya, babak Playoffs akan menggunakan format Single Elimination. Pertandingan di fase gugur ini akan menggunakan sistem Best of 7 (Bo7), kecuali untuk perebutan tempat ketiga yang menggunakan Best of 5 (Bo5). Fitur Ultimate Battle juga akan menjadi penentu dalam laga-laga krusial untuk menambah intensitas pertandingan bagi para penonton di seluruh dunia.
Mengingat Kejayaan AG.AL International
Sebagai pengingat, gelar juara pada edisi sebelumnya berhasil diamankan oleh AG.AL International. Tim raksasa asal China tersebut sukses menumbangkan TT Global dalam laga Grand Final yang sangat dramatis dengan skor tipis 4-3. Kemenangan tersebut mengukuhkan dominasi tim-tim dari wilayah King Pro League (KPL) di kancah internasional.
ZhongYi, sang jungler andalan AG.AL International, dinobatkan sebagai pemain terbaik atau FMVP pada laga final tersebut. Berkat performanya yang luar biasa, ia berhak membawa pulang hadiah tambahan senilai USD 10 ribu atau sekitar Rp 169 juta. Keberhasilan ZhongYi menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda yang kini tengah bersiap menghadapi kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia Honor of Kings 2026.
Dengan integrasi hero Arena of Valor dan peningkatan jumlah peserta dari berbagai negara, turnamen tahun ini diprediksi akan memecahkan rekor penonton. Indonesia sendiri mengirimkan tiga wakil terbaiknya melalui jalur Indonesia Kings Laga (IKL), yang diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit dan membawa pulang trofi ke tanah air.
Antusiasme komunitas esports global terhadap Kejuaraan Dunia Honor of Kings 2026 terus meningkat seiring mendekatnya tanggal pembukaan. Format baru ini tidak hanya menantang kemampuan mekanik para pemain, tetapi juga kecerdasan strategi dalam beradaptasi dengan hero-hero baru dari semesta AoV. Mari kita nantikan siapa yang akan bertahta di Riyadh dan menjadi penguasa baru dalam ekosistem Kejuaraan Dunia Honor of Kings 2026.