Pada lini fotografi, konfigurasi kameranya tak kalah ambisius dari lini ponsel fotografi murni. Kamera utama 200 MP mampu menghasilkan foto beresolusi murni hingga 16.384 x 12.288 piksel.
Baca Juga :
Sensor raksasa tersebut disandingkan dengan lensa periskop telephoto 5x yang mendukung perbesaran digital hingga 100x, serta lensa ultrawide 50 MP berjarak fokus 17mm.
Sistem fotografi terintegrasi ini mampu mencakup lima jarak fokus esensial, yakni 17mm, 24mm, 48mm, 120mm, hingga 240mm. Berkat tingginya resolusi pada sensor utama, pengguna bahkan bisa melakukan crop gambar 2x dan 3x secara lossless tanpa menurunkan kualitas visual sedikit pun.
Sistem Audio 2.1 Channel Racikan Bose
Kehadiran fitur hiburan visual yang imersif makin solid berkat kolaborasi lanjutan bersama pakar audio ternama, Bose.
Guna menghadirkan dentuman suara yang hidup, ponsel ini membawa konfigurasi speaker stereo 2.1 channel nyata. Sistem audio ini terdiri dari dua unit speaker full-range 1115D ditambah sebuah subwoofer dedicated 1620 yang tertanam di bodi belakang ponsel.
Tantangan Harga dan Prospek di Pasar Global
Kendati spesifikasinya di atas kertas amat menggiurkan, konsumen tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan bocoran analisis rantai pasok, Redmi K100 Pro Max diprediksi bakal dibanderol mulai dari 4.000 yuan (sekitar Rp8,9 jutaan).
Penyesuaian harga ini terbilang wajar mengingat melonjaknya biaya produksi komponen memori global serta mahalnya chipset generasi terbaru. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan fitur yang ditawarkan, harganya masih sangat mengancam posisi flagship dari merek kompetitor.
Melihat kombinasi baterai monster, kemampuan kamera kelas atas, dan dapur pacu tanpa kompromi, Redmi K100 Pro Max berpotensi besar merusak peta persaingan ponsel premium tahun ini. Kehadiran HP Flagship Killer ini menjadi bukti nyata bahwa batas antara ponsel kelas menengah atas dan flagship murni kini kian kabur.