Namun, klaim privasi ini mendapat tantangan dari para pakar hukum di Uni Eropa. Alexander Hanff menilai bahwa praktik instalasi otomatis tanpa izin ini berpotensi melanggar regulasi ketat seperti GDPR dan ePrivacy Directive. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan teknologi untuk bersikap transparan dan mendapatkan persetujuan eksplisit sebelum menyimpan data atau menjalankan perangkat lunak tertentu di perangkat milik pengguna.
Baca Juga :
Cara Cek Update AI Google Chrome Otomatis di Perangkat Anda
Bagi Anda yang ingin memastikan apakah perangkat sudah terjangkit pembaruan tersembunyi ini, ada cara mudah untuk memeriksanya. Pengguna sistem operasi Windows dapat membuka File Explorer dan mengetikkan alamat %LOCALAPPDATA%GoogleChromeUser Data di kolom navigasi atas. Jika Anda menemukan folder dengan nama OptGuideOnDeviceModel, berarti Update AI Google Chrome otomatis telah berjalan di laptop Anda.
Sementara itu, bagi pengguna macOS, pengecekan bisa dilakukan melalui Finder. Anda cukup masuk ke direktori ~/Library/Application Support/Google/Chrome/ dan mencari folder dengan nama yang sama. Penting untuk dicatat bahwa keberadaan file ini bukan berarti perangkat Anda terinfeksi virus atau malware, melainkan bagian dari komponen resmi Google Chrome yang diinstal secara otomatis.
Meskipun bukan ancaman keamanan langsung, keberadaan file ini tetap menjadi beban bagi performa perangkat lama. Google tampaknya sangat berambisi mengejar ketertinggalan dari kompetitor seperti Microsoft Edge yang juga gencar mengintegrasikan AI. Persaingan ini sayangnya sering kali mengorbankan kenyamanan dan hak kendali pengguna atas perangkat milik mereka sendiri.
Langkah Mematikan Fitur AI Chrome
Jika Anda merasa keberatan dengan Update AI Google Chrome otomatis ini, Anda dapat menonaktifkan fitur-fitur terkait melalui menu pengaturan. Caranya, ketikkan chrome://settings/ai pada bilah alamat browser Anda. Di halaman tersebut, Anda akan melihat beberapa opsi seperti "Help me write" dan "AI summaries" yang bisa segera dimatikan.
Setelah menonaktifkan opsi tersebut, disarankan untuk melakukan restart pada browser agar perubahan sistem dapat diterapkan sepenuhnya. Perlu diingat bahwa menu pilihan ini mungkin tampil berbeda tergantung pada versi Chrome yang Anda gunakan serta lokasi geografis Anda. Google sering kali melakukan peluncuran fitur secara bertahap di berbagai wilayah dunia.
Sebagai langkah penutup, pastikan Anda selalu memantau penggunaan data dan ruang penyimpanan secara berkala. Fenomena Update AI Google Chrome otomatis ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa transparansi di dunia digital masih menjadi isu yang sangat krusial untuk terus dikawal demi melindungi hak-hak privasi pengguna.