Integrasi antara data teknis dan perspektif warga menciptakan sebuah kerangka kerja yang memiliki legitimasi sosial tinggi. Hal ini sangat penting dalam pemetaan kawasan kumuh Bandung karena sering kali kebijakan penataan kota menghadapi resistensi dari masyarakat jika dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan nyata mereka di lapangan.
Mendukung Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Inovasi yang dilakukan BRIN ini bukan sekadar proyek riset biasa, melainkan langkah konkret dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG 11). Poin tersebut menekankan pada pentingnya menciptakan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Baca Juga :
Hasil dari penelitian ini juga telah dipresentasikan secara luas, termasuk dalam ajang workshop dan youth forum yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan bagi para peneliti muda dan praktisi mengenai pemanfaatan AI serta data spasial-temporal untuk menganalisis dampak bencana di kawasan perkotaan yang padat penduduk.
Optimalisasi pemetaan kawasan kumuh Bandung diharapkan dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia. Mengingat laju urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan akan data yang akurat dan mutakhir menjadi harga mati bagi pengambil kebijakan agar anggaran pembangunan dapat terserap secara efektif dan tepat sasaran.
Melalui kolaborasi antara kecanggihan teknologi satelit dan kearifan masyarakat, Indonesia berpeluang besar untuk mentransformasi kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih layak huni. Keberhasilan pemetaan kawasan kumuh Bandung ini membuktikan bahwa sinergi antara sains dan nilai-nilai lokal adalah kunci utama dalam menciptakan keadilan ruang dan pembangunan kota yang lebih adil di masa depan.