Namun, bagi pengguna yang menginginkan teknologi lebih mutakhir, Samsung tengah menggarap model kedua dengan kode nama "Haean". Berbeda dengan Jinju, model Haean akan dilengkapi dengan teknologi display micro-LED yang mampu memproyeksikan informasi langsung ke lensa kacamata. Kacamata Pintar Samsung Galaxy versi premium ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 dengan estimasi harga mencapai USD 900.
Kehadiran dua model ini menunjukkan bahwa Samsung sangat serius dalam membangun ekosistem extended reality (XR). Perusahaan ingin memberikan opsi bagi konsumen, mulai dari mereka yang hanya membutuhkan asisten audio berbasis AI hingga profesional yang memerlukan bantuan visual augmented reality dalam aktivitas pekerjaan mereka sehari-hari.
Baca Juga :
Jadwal Peluncuran dan Ketersediaan
Banyak pihak memprediksi bahwa Samsung akan memberikan kejutan pada ajang Galaxy Unpacked yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Meskipun fokus utama acara tersebut adalah peluncuran ponsel lipat Galaxy Z Fold8 dan Flip8, Samsung kemungkinan besar akan membagikan video penggoda (teaser) mengenai perangkat kacamata pintarnya ini. Pola peluncuran ini mirip dengan cara Samsung memperkenalkan headset Galaxy XR tahun lalu.
Integrasi ekosistem menjadi nilai jual utama yang ditawarkan. Pengguna smartphone Galaxy nantinya akan mendapatkan pengalaman yang mulus saat menghubungkan ponsel mereka dengan kacamata ini. Mulai dari sinkronisasi notifikasi, kontrol musik, hingga navigasi GPS yang dipandu melalui suara asisten pintar, semuanya akan terhubung dalam satu jaringan Galaxy yang solid.
Dengan segala fitur canggih yang ditawarkan, Kacamata Pintar Samsung Galaxy berpotensi menjadi standar baru dalam industri wearable. Persaingan antara Samsung, Meta, dan Google dalam ranah kacamata berbasis AI ini dipastikan akan semakin memanas dalam beberapa bulan ke depan. Konsumen kini hanya perlu menunggu pernyataan resmi dari pihak manajemen Samsung terkait tanggal pasti perilisan globalnya.
Dukungan penuh terhadap platform Android XR juga memberikan sinyal bahwa Samsung tidak ingin berjalan sendirian. Kolaborasi erat dengan Google memastikan bahwa ketersediaan aplikasi pihak ketiga untuk perangkat ini akan sangat melimpah sejak hari pertama peluncuran. Hal ini menjadi krusial karena kesuksesan sebuah perangkat wearable sangat bergantung pada seberapa banyak fungsi praktis yang bisa dirasakan oleh penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, kehadiran Kacamata Pintar Samsung Galaxy diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tren sesaat, melainkan menjadi solusi teknologi yang benar-benar membantu produktivitas manusia. Dengan harga yang relatif masuk akal untuk kategori teknologi baru, Samsung tampaknya sudah siap memimpin revolusi kacamata AI di masa depan.