Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Teknologi Persinyalan Kereta Api Disorot Pasca Tabrakan Bekasi
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknologi Persinyalan Kereta Api Disorot Pasca Tabrakan Bekasi

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 28 April 2026 - 03:55 WIB
Teknologi Persinyalan Kereta Api Disorot Pasca Tabrakan Bekasi

Teknologi persinyalan kereta api

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Teknologi persinyalan kereta api menjadi sorotan tajam setelah insiden memilukan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Tragedi yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga tujuh korban jiwa, tetapi juga memicu tanda tanya besar mengenai keandalan sistem proteksi perjalanan kereta api di Indonesia. Jalur padat Bekasi–Cibitung sempat lumpuh total, memaksa ribuan penumpang mencari moda transportasi alternatif di tengah kepanikan pasca-tabrakan.

Kecelakaan bermula saat rangkaian KRL terhenti di emplasemen stasiun akibat gangguan teknis yang terjadi sebelumnya. Namun, secara tak terduga, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantam rangkaian KRL tersebut dengan keras. Hingga saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih bekerja keras mengumpulkan data di lapangan. Investigasi mendalam ini bertujuan untuk memastikan apakah teknologi persinyalan kereta api berfungsi sebagaimana mestinya atau terdapat faktor kelalaian manusia (human error) serta kegagalan teknis pada sistem pengereman.

Misteri Kegagalan Teknologi Persinyalan Kereta Api di Jalur Utama

Pakar transportasi publik dari bidang perkeretaapian, Joni Martinus, menyatakan keheranannya atas insiden ini. Menurutnya, sistem yang ada saat ini dirancang dengan protokol keamanan berlapis yang sangat ketat. Dalam kondisi normal, keberadaan satu kereta di dalam petak jalan seharusnya secara otomatis menutup akses bagi kereta lain di belakangnya. Joni menekankan bahwa teknologi persinyalan kereta api dengan prinsip absolute block system adalah fondasi utama yang tidak boleh dilanggar dalam kondisi apa pun.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

"Fakta bahwa KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk ke blok yang sama hingga menabrak KRL di depannya adalah anomali besar yang harus didalami oleh KNKT," tegas Joni dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa ada beberapa kemungkinan penyebab yang kini tengah diuji, mulai dari fenomena Signal Passed At Danger (SPAD)β€”di mana masinis melewati sinyal merahβ€”hingga potensi kegagalan pada perangkat interlocking yang mengatur logika perpindahan jalur dan pemberian aspek sinyal.

Bagaimana Sistem Persinyalan Menjamin Keamanan?

Dalam operasional harian, sistem persinyalan berfungsi sebagai "polisi lalu lintas" yang mengatur pergerakan kereta secara otomatis dan manual. Mekanisme ini membagi rel menjadi beberapa segmen yang disebut blok. Pada sistem fixed block signaling yang umum digunakan di Indonesia, setiap blok hanya diizinkan untuk ditempati oleh satu rangkaian kereta. Sensor pada rel akan mendeteksi keberadaan roda kereta, yang kemudian mengirimkan sinyal elektronik ke pusat kendali dan mengubah lampu sinyal di blok sebelumnya menjadi merah.

Teknologi ini juga didukung oleh perangkat interlocking, sebuah sistem logika yang memastikan bahwa izin jalan tidak akan diberikan jika rute di depan belum sepenuhnya aman. Jika teknologi persinyalan kereta api ini bekerja optimal, risiko tabrakan belakang (rear-end collision) secara teknis mendekati nol persen. Namun, efektivitas sistem ini tetap bergantung pada pemeliharaan rutin perangkat di lapangan, mulai dari motor wesel, sensor pendeteksi (track circuit), hingga lampu sinyal itu sendiri.

Advertisement
Sponsor SLOT 17
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved