Francisco Jeronimo, Vice President di IDC, berpendapat bahwa Apple kemungkinan besar tidak memprediksi lonjakan permintaan ini. Banyak pengguna yang memborong Mac Mini secara massal untuk menjalankan agen AI seperti OpenClaw atau yang dikenal dengan sebutan Clawdbot. "Apple sepertinya terjebak oleh banyaknya orang yang membeli Mac Mini untuk tujuan spesifik ini. Lonjakan permintaan ini hampir mustahil diprediksi pada beberapa bulan yang lalu," ungkap Jeronimo dalam sebuah diskusi industri.
Selain faktor permintaan, kehati-hatian Apple dalam mengelola stok juga berperan besar. Michael Levin, salah satu pendiri CIRP, menilai Apple sangat menjaga agar tidak terjadi penumpukan barang (overstock). Perusahaan asal Cupertino tersebut tidak ingin mengambil risiko kerugian jika tren menjalankan AI lokal ini tiba-tiba mereda. Oleh karena itu, mereka lebih memilih memproduksi unit dalam jumlah terbatas, meskipun risikonya adalah stok Mac Mini RAM besar menjadi langka di pasar.
Tantangan Rantai Pasok Chip Global
Di sisi lain, industri teknologi secara umum memang sedang berjuang melawan keterbatasan pasokan chip memori. Pembangunan infrastruktur AI berskala besar oleh raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, dan Meta telah menyedot sebagian besar pasokan RAM global. Meskipun Apple memiliki keunggulan karena merancang chip mereka sendiri, mereka tetap bergantung pada pemasok komponen memori pihak ketiga untuk diintegrasikan ke dalam desain SoC mereka.
Kieren Jessop, analis utama di Omdia, menepis anggapan bahwa kelangkaan ini adalah kesengajaan untuk menyambut chip generasi M5. Menurutnya, jika Apple sengaja menahan stok demi produk baru, seharusnya seluruh varian Mac Mini akan sulit ditemukan, bukan hanya varian dengan RAM besar. Hal ini memperkuat dugaan bahwa masalah utamanya memang terletak pada ketidakseimbangan antara suplai komponen memori tinggi dan permintaan pasar yang melonjak drastis.
Bagi konsumen yang sangat membutuhkan perangkat ini, opsi yang tersedia saat ini hanyalah menunggu atau beralih ke perangkat dengan harga yang lebih mahal. Beberapa pengguna bahkan mulai melirik pasar barang bekas atau "refurbished", namun harga di pasar tersebut pun ikut terkerek naik akibat hukum permintaan dan penawaran. Situasi ini diperkirakan akan terus berlanjut setidaknya hingga pertengahan tahun depan, sampai Apple berhasil menyesuaikan kapasitas produksi mereka dengan kebutuhan pasar AI yang baru ini.
Sebagai penutup, fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi AI mampu mengubah peta permintaan perangkat keras dalam waktu singkat. Mac Mini yang dulunya hanya dianggap sebagai komputer desktop entry-level, kini naik kasta menjadi alat kerja vital bagi para pengembang masa depan. Kita hanya bisa berharap agar Apple segera menambah kapasitas produksi sehingga stok Mac Mini RAM besar kembali tersedia bagi siapa saja yang membutuhkannya untuk berinovasi.