2. Xiaomi 17 Pro Max
Varian ini menonjolkan sektor daya tahan sebagai nilai jual utama. Xiaomi 17 Pro Max membawa baterai monster berkapasitas 7500 mAh, salah satu yang terbesar di kelas flagship. Untuk mengisi daya sebesar itu, Xiaomi memberikan dukungan fast charging 100W yang mampu mengisi baterai dalam waktu singkat. Konfigurasi kameranya terdiri dari tiga sensor 50MP, termasuk lensa periskop dengan kemampuan 5x optical zoom yang sangat berguna bagi pecinta fotografi portrait maupun lanskap.
3. Xiaomi 17 Pro
Bagi pengguna yang menginginkan performa maksimal dalam dimensi yang lebih ringkas, Xiaomi 17 Pro adalah jawabannya. Dengan layar 6,3 inci, ponsel ini sangat nyaman digenggam dengan satu tangan. Meski lebih kecil, spesifikasinya tetap garang dengan baterai 6300 mAh dan pengisian cepat 100W. Kehadiran HP Xiaomi Snapdragon 8 Elite di model Pro ini memastikan tidak ada kompromi soal kecepatan akses aplikasi dan kestabilan sistem.
4. Xiaomi 17 (Varian Standar)
Xiaomi 17 hadir sebagai model dasar namun tetap membawa jiwa flagship. Perangkat ini menggunakan chipset yang sama dengan saudara-saudaranya, sehingga performanya tetap setara. Kamera triple 50MP menjadi andalan untuk mengabadikan momen sehari-hari dengan kualitas profesional. Baterai berkapasitas 6330 mAh juga sudah lebih dari cukup untuk menemani aktivitas pengguna seharian penuh, lengkap dengan fitur pengisian daya nirkabel
Baca Juga :
Poco F8 Ultra: Alternatif Flagship Killer
Tidak hanya brand utama, sub-brand POCO juga ikut memeriahkan persaingan dengan merilis Poco F8 Ultra. Strategi ini diambil untuk menjangkau segmen pengguna yang menginginkan performa HP Xiaomi Snapdragon 8 Elite namun dengan harga yang lebih terjangkau. Poco F8 Ultra mengusung layar AMOLED 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz yang sangat responsif untuk kebutuhan gaming kompetitif.
Sektor kamera tetap diperhatikan dengan setup triple 50MP yang mumpuni. Kapasitas baterai 6500 mAh dan fast charging 100W menjadi kombinasi mematikan di kelasnya. POCO biasanya melakukan pemangkasan pada fitur-fitur sekunder seperti sertifikasi IP rating yang lebih rendah atau penggunaan material bodi yang berbeda untuk menekan harga, namun tetap mempertahankan performa chipset paling kencang di dalamnya.
Pertimbangan Sebelum Membeli di Indonesia
Meskipun daftar perangkat di atas sangat menggiurkan, konsumen di Indonesia perlu berhati-hati. Hingga saat ini, Xiaomi Indonesia biasanya hanya memboyong varian tertentu ke pasar tanah air. Masalah regulasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) seringkali menjadi faktor penentu apakah sebuah model akan rilis resmi atau tidak. Membeli unit internasional memang menjadi opsi, namun pengguna akan menghadapi risiko terkait garansi resmi dan pemblokiran IMEI jika tidak didaftarkan secara benar melalui Bea Cukai.
Selain itu, ketersediaan jaringan 5G di Indonesia juga perlu menjadi pertimbangan. Chipset Snapdragon 8 Elite sudah mendukung spektrum 5G yang sangat luas, namun manfaatnya hanya bisa dirasakan secara optimal jika operator seluler lokal sudah menyediakan infrastruktur yang memadai di wilayah Anda. Pastikan Anda selalu memantau pengumuman resmi dari Xiaomi Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal peluncuran dan harga resmi.