Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Superkomputer PlayStation 3 Militer: Rahasia Kekuatan Udara AS
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Superkomputer PlayStation 3 Militer: Rahasia Kekuatan Udara AS

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 04:45 WIB
Superkomputer PlayStation 3 Militer: Rahasia Kekuatan Udara AS

Superkomputer PlayStation 3 militer

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Superkomputer PlayStation 3 militer Amerika Serikat merupakan salah satu bukti nyata bahwa teknologi hiburan dapat bertransformasi menjadi alat pertahanan yang sangat mematikan. Banyak orang mengenal Sony PlayStation 3 (PS3) hanya sebagai konsol game legendaris yang menemani masa kecil. Namun, di balik bodi hitamnya yang elegan, tersimpan potensi komputasi luar biasa yang sempat membuat laboratorium riset militer paling bergengsi di dunia berpaling dari server konvensional.

Laboratorium Riset Angkatan Udara Amerika Serikat (AFRL) mencatatkan sejarah ketika mereka merakit sebuah sistem raksasa yang dikenal dengan nama "Condor Cluster". Proyek ambisius ini bukan sekadar eksperimen iseng, melainkan upaya serius untuk membangun infrastruktur data dengan performa tinggi. Dengan menggabungkan 1.760 unit konsol game, mereka berhasil menciptakan sebuah entitas yang masuk dalam jajaran 33 superkomputer tercepat di planet bumi pada masa kejayaannya.

Mengenal Condor Cluster dan Kehebatan Arsitektur Cell

Pemanfaatan superkomputer PlayStation 3 militer ini berpusat di fasilitas militer Rome, New York. Secara teknis, sistem ini mampu menembus angka performa hingga 500 triliun operasi floating point per detik atau sekitar 500 TFLOPS. Angka tersebut menjadikan Condor Cluster sebagai sistem interaktif paling kencang di seluruh lingkungan Departemen Pertahanan Amerika Serikat saat itu. Militer AS tidak menggunakan mesin ini untuk bermain game, melainkan untuk mengolah data-data intelijen yang sangat sensitif.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Salah satu alasan teknis mengapa militer memilih PS3 adalah keberadaan arsitektur prosesor Cell Broadband Engine. Prosesor ini merupakan hasil kolaborasi antara Sony, Toshiba, dan IBM yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja komputasi paralel yang sangat berat. Arsitektur Cell memiliki kemampuan unik dalam memproses data visual dan simulasi matematis yang jauh melampaui kemampuan prosesor komputer rumahan pada era 2010-an.

Dalam operasionalnya, pengembangan superkomputer PlayStation 3 militer ini melibatkan integrasi perangkat keras yang sangat kompleks. Selain ribuan unit konsol, para ilmuwan militer menambahkan 168 unit unit pemroses grafis (GPU) tambahan serta 84 server pengendali untuk mengatur lalu lintas data yang masif. Kombinasi ini memungkinkan militer untuk melakukan analisis visual dengan kecepatan yang belum pernah tercapai sebelumnya oleh sistem dengan anggaran serupa.

Efisiensi Biaya yang Mengguncang Industri Teknologi

Aspek ekonomi menjadi daya tarik utama mengapa proyek superkomputer PlayStation 3 militer ini mendapatkan lampu hijau. Saat itu, satu unit PS3 di pasaran memiliki harga sekitar USD 400 atau setara dengan Rp6,2 jutaan. Jika militer harus membeli komponen server konvensional dengan spesifikasi setara, mereka harus merogoh kocek hingga USD 10.000 (sekitar Rp155 juta) per unit. Perbandingan harga yang sangat jomplang ini membuat para petinggi militer melihat peluang besar untuk menghemat anggaran negara.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

BERITA TERKAIT

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved