Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Gugatan Paten Drone DJI Targetkan Insta360: Rebutan Teknologi
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Gugatan Paten Drone DJI Targetkan Insta360: Rebutan Teknologi

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 04:20 WIB
Gugatan Paten Drone DJI Targetkan Insta360: Rebutan Teknologi

Gugatan paten drone DJI

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Gugatan paten drone DJI terhadap Arashi Vision, perusahaan induk dari brand populer Insta360, kini resmi memasuki babak baru di meja hijau. Perseteruan dua raksasa teknologi asal China ini memicu ketegangan tinggi di industri imaging dan kedirgantaraan mini. DJI melayangkan tuntutan hukum melalui pengadilan di Shenzhen, yang merupakan basis utama operasional kedua perusahaan tersebut, atas dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual yang sangat mendasar.

DJI mengeklaim bahwa sedikitnya enam paten penting milik Arashi Vision sebenarnya merupakan hasil pengembangan yang seharusnya menjadi hak milik DJI. Dasar hukum yang digunakan dalam gugatan paten drone DJI ini merujuk pada regulasi service invention di China. Aturan ini menyatakan bahwa inovasi yang diciptakan oleh mantan karyawan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun setelah mereka mengundurkan diri, dan masih berkaitan dengan pekerjaan sebelumnya, tetap menjadi hak milik perusahaan lama.

Penyelidikan internal DJI mengungkap fakta bahwa sejumlah engineer inti mereka pindah ke Insta360 dan langsung mendaftarkan paten dalam waktu singkat. Meskipun nama-nama penemu dalam dokumen paten domestik China sempat disamarkan atau bersifat anonim, dokumen paten internasional (PCT) justru membongkar identitas asli mereka. Para teknisi ini diketahui merupakan sosok kunci yang sebelumnya memegang peranan vital dalam proyek pengembangan sistem navigasi dan pemrosesan gambar di DJI.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Strategis Gugatan Paten Drone DJI bagi Pasar

Paten yang menjadi objek sengketa dalam gugatan paten drone DJI bukanlah fitur tambahan yang sepele. Teknologi yang dipermasalahkan mencakup sistem kontrol penerbangan otomatis, desain struktur rangka drone yang aerodinamis, hingga algoritma pemrosesan gambar 360 derajat. Ketiga aspek ini merupakan fondasi utama bagi pengembangan drone modern yang mampu menghasilkan rekaman sinematik tanpa distorsi.

Kabar mengenai tuntutan hukum ini langsung memberikan efek kejut pada sektor finansial. Nilai saham Arashi Vision dilaporkan mengalami koreksi tajam hingga 7 persen segera setelah informasi gugatan tersebut menyebar ke publik. Para investor mulai mengkhawatirkan risiko operasional jangka panjang, terutama jika pengadilan memutuskan untuk membatalkan hak paten Insta360 atau memerintahkan penghentian penjualan produk yang menggunakan teknologi sengketa tersebut.

Pihak Insta360 sendiri hingga kini masih menunjukkan sikap yang sangat berhati-hati. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang melakukan peninjauan internal secara mendalam terhadap poin-poin yang dituduhkan. Sebagai perusahaan yang sedang naik daun, Insta360 tentu tidak ingin momentum ekspansi mereka terhambat oleh masalah hukum yang kompleks di negara asalnya sendiri.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Persaingan Sengit di Segmen Drone 360 Derajat

Eskalasi gugatan paten drone DJI ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar yang semakin tumpang tindih. Selama bertahun-tahun, DJI mendominasi pasar drone global dengan lini Mavic dan Phantom, sementara Insta360 menguasai ceruk kamera aksi 360 derajat. Namun, batas-batas industri tersebut kini mulai kabur seiring dengan ambisi kedua perusahaan untuk merambah wilayah kekuasaan lawan.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved