Jika dipasangkan dengan iOS, konsumsi baterainya sedikit lebih boros dibanding Android, namun tetap dalam kategori cukup baik untuk kelas smartwatch premium.
Kekurangan Huawei Watch Ultimate 2
Meski banyak keunggulan, Huawei Watch Ultimate 2 tetap memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah keterbatasan software. Misalnya, saat mengimpor beberapa rute, pengguna tidak bisa menampilkan semua rute sekaligus di peta atau berpindah jalur tanpa menghentikan navigasi.
Selain itu, integrasi dengan aplikasi fitness pihak ketiga masih terbatas. Data olahraga memang bisa disinkronkan ke Strava melalui aplikasi tambahan seperti Health Sync, namun proses ini kurang praktis jika dibandingkan smartwatch lain yang langsung kompatibel dengan berbagai platform populer.
Baca Juga :
Huawei Watch Ultimate 2, Penjaga dan Pemberi Keberanian
Setelah beberapa minggu menggunakan Huawei Watch Ultimate 2, saya bisa menyimpulkan bahwa ini adalah salah satu smartwatch paling serbaguna di pasaran. Desain premium, ketahanan ekstrem, fitur selam 150 meter, navigasi presisi, hingga sensor X-Tap membuatnya menonjol di antara kompetitor.
Bagi mereka yang gemar berpetualang—baik mendaki gunung, menyelam, bersepeda, maupun sekadar jogging—Huawei Watch Ultimate 2 bisa menjadi perangkat andalan. Lebih dari sekadar alat pemantau kesehatan, jam tangan ini memberikan rasa aman dan keberanian untuk menantang batas diri.
Memang ada keterbatasan di sisi software, namun jika dibandingkan dengan paket lengkap yang ditawarkan, Huawei Watch Ultimate 2 tetap layak disebut sebagai salah satu smartwatch premium terbaik di tahun 2025.