Review Huawei Watch Ultimate 2 hadir dengan desain tangguh, fitur selam 150M, sensor X-Tap, navigasi presisi, dan baterai tahan lama untuk petualang sejati.
Huawei kembali melanjutkan tradisi inovasi dengan merilis Huawei Watch Ultimate 2, generasi terbaru dari seri Ultimate yang dikenal tangguh dan kaya fitur.
Tidak hanya tampil dengan desain premium, smartwatch ini juga menghadirkan teknologi canggih seperti mode selam hingga 150 meter, sensor kesehatan X-Tap terbaru, serta navigasi presisi yang sangat berguna untuk aktivitas outdoor.
Baca Juga :
Review Huawei Watch Ultimate 2
Sebagai seseorang yang telah mencoba berbagai jam tangan pintar Huawei sebelumnya—mulai dari Watch Ultimate generasi pertama, seri Watch 5, hingga Watch Fit 4 Pro—saya bisa merasakan evolusi yang nyata pada perangkat terbaru ini.
Jika dulu jam tangan pintar hanya sekadar alat pendukung olahraga, kini Huawei Watch Ultimate 2 tampil sebagai penjaga keselamatan sekaligus pemberi keberanian bagi siapa pun yang gemar menjelajah alam.
Desain Huawei Watch Ultimate 2: Elegan, Tangguh, dan Premium
Saat pertama kali melihat Huawei Watch Ultimate 2, yang langsung terasa adalah aura premium dari desainnya. Jam tangan ini hadir dalam dua varian warna, yaitu Black Edition dengan nuansa maskulin berbasis elemen gunung dan batu, serta Blue Edition yang lebih mencolok dengan balutan titanium dan strap fluoroelastomer biru-putih.
Baca Juga :
Dimensinya cukup besar namun tetap nyaman digunakan: 48,5 x 48,5 x 12,9 mm untuk Black Edition dan sedikit lebih kecil untuk Blue Edition. Bodinya dibuat dari logam cair berbasis zirkonium, dilengkapi bezel keramik nanokristal, dan layar kaca safir berukuran 1,5 inci OLED. Dengan kecerahan hingga 3.500 nits, layar tetap jelas meski di bawah terik matahari.
Menariknya, saya sempat melakukan uji coba dengan menggoreskan pisau ke layar sebagai simulasi benturan sehari-hari, dan hasilnya nyaris tanpa goresan. Ini menunjukkan bahwa Huawei benar-benar serius dalam menghadirkan perangkat outdoor dengan ketahanan maksimal.
Sensor X-Tap: Fitur Kesehatan Lebih Akurat
Salah satu peningkatan terbesar pada Huawei Watch Ultimate 2 adalah hadirnya sensor X-Tap. Sensor ini menggabungkan tiga teknologi utama: ECG, PPG, dan sensor tekanan. Hanya dengan menyentuh sensor selama beberapa detik, pengguna bisa langsung mengakses fitur Health Glance yang menyajikan laporan kesehatan komprehensif dengan hingga 11 indikator.
Baca Juga :
Laporan ini kemudian bisa dianalisis lebih detail melalui aplikasi Huawei Health di smartphone. Yang menarik, pengukuran kadar oksigen (SpO²) di ketinggian ternyata sangat akurat jika dibandingkan dengan alat medis profesional. Hal ini jelas menjadi nilai tambah bagi pendaki gunung dan pencinta aktivitas outdoor ekstrem.
Selain itu, desain strap juga mendapat pembaruan. Huawei kini menghadirkan mekanisme pelepasan cepat sehingga pengguna bisa mengganti tali jam lebih mudah sesuai kebutuhan atau gaya.
Mode Selam 150 Meter: Standar Baru di Dunia Smartwatch
Salah satu fitur paling revolusioner adalah kemampuan menyelam hingga kedalaman 150 meter. Fitur selam Huawei Watch Ultimate 2 tidak banyak smartwatch di pasaran yang menawarkan ketahanan air sedalam ini. Bahkan, Huawei menambahkan sistem komunikasi berbasis sonar untuk memudahkan komunikasi antarpenyelam.
Baca Juga :
Biasanya, penyelam hanya mengandalkan gestur tangan atau ketukan benda untuk berkomunikasi di bawah air. Namun dengan Huawei Watch Ultimate 2, komunikasi bisa dilakukan lewat 50 pesan bawaan yang dikirim menggunakan gelombang suara. Bahkan ada fitur SOS satu sentuhan yang dapat mengirim sinyal darurat hingga jarak 60 meter.
Jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Garmin Descent series, Huawei tampak lebih unggul karena tidak memerlukan perangkat tambahan untuk berkomunikasi di bawah air. Ini menjadikannya smartwatch yang sangat praktis sekaligus menyelamatkan nyawa.
Navigasi Lebih Akurat dengan Sunflower Positioning System
Bagi pendaki dan pelari lintas alam, akurasi GPS adalah segalanya. Huawei Watch Ultimate 2 menghadirkan sistem positioning terbaru bernama Sunflower Positioning System, yang mendukung dual-band lima sistem satelit: GPS, Glonass, Galileo, QZSS, dan BeiDou.
Baca Juga :
Dalam uji coba saya saat mendaki Gunung Wutong di Shenzhen yang memiliki ketinggian 943 meter, hasil pengukuran jam ini menunjukkan 940,1 meter, dengan margin kesalahan kurang dari 5 meter. Akurasi ini luar biasa mengingat banyak smartwatch lain sering mengalami GPS drift di area dengan sinyal lemah.
Selain itu, tersedia juga mode ekspedisi yang memungkinkan pengguna menandai titik-titik penting di jalur pendakian, sehingga mempermudah perjalanan pulang. Fitur ini jelas sangat membantu para penjelajah yang sering menghadapi jalur kompleks.
Performa untuk Olahraga dan Aktivitas Sehari-hari
Selain fitur khusus untuk petualangan, Huawei Watch Ultimate 2 juga sangat mendukung olahraga sehari-hari. Ada mode golf dengan kemampuan melacak lintasan bola dan berbagi data ayunan, mode berlari dengan statistik mendetail, hingga kontrol kamera aksi untuk vlogging outdoor.
Jam ini juga dilengkapi deteksi jatuh otomatis, pembayaran digital melalui NFC, dan akses ke AppGallery untuk mengunduh aplikasi tambahan. Semua fitur tersebut menjadikan smartwatch ini bukan hanya perangkat olahraga, tetapi juga alat pendukung gaya hidup modern.
Baterai Huawei Watch Ultimate 2: Tahan Lama untuk Ekspedisi
Soal baterai, Huawei Watch Ultimate 2 menawarkan performa impresif. Dalam penggunaan normal, baterainya bisa bertahan 5 hingga 6 hari. Jika hanya digunakan ringan, daya tahannya bisa mencapai 11 hari.
Namun, untuk penggunaan intensif seperti olahraga harian lebih dari satu jam, perangkat ini perlu diisi ulang setiap 4 hari sekali. Dalam mode ekspedisi, baterai bisa bertahan lebih dari 30 jam, sementara di mode selam atau golf, daya tahannya mencapai 12–24 jam.
Jika dipasangkan dengan iOS, konsumsi baterainya sedikit lebih boros dibanding Android, namun tetap dalam kategori cukup baik untuk kelas smartwatch premium.
Kekurangan Huawei Watch Ultimate 2
Meski banyak keunggulan, Huawei Watch Ultimate 2 tetap memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah keterbatasan software. Misalnya, saat mengimpor beberapa rute, pengguna tidak bisa menampilkan semua rute sekaligus di peta atau berpindah jalur tanpa menghentikan navigasi.
Selain itu, integrasi dengan aplikasi fitness pihak ketiga masih terbatas. Data olahraga memang bisa disinkronkan ke Strava melalui aplikasi tambahan seperti Health Sync, namun proses ini kurang praktis jika dibandingkan smartwatch lain yang langsung kompatibel dengan berbagai platform populer.
Huawei Watch Ultimate 2, Penjaga dan Pemberi Keberanian
Setelah beberapa minggu menggunakan Huawei Watch Ultimate 2, saya bisa menyimpulkan bahwa ini adalah salah satu smartwatch paling serbaguna di pasaran. Desain premium, ketahanan ekstrem, fitur selam 150 meter, navigasi presisi, hingga sensor X-Tap membuatnya menonjol di antara kompetitor.
Bagi mereka yang gemar berpetualang—baik mendaki gunung, menyelam, bersepeda, maupun sekadar jogging—Huawei Watch Ultimate 2 bisa menjadi perangkat andalan. Lebih dari sekadar alat pemantau kesehatan, jam tangan ini memberikan rasa aman dan keberanian untuk menantang batas diri.
Memang ada keterbatasan di sisi software, namun jika dibandingkan dengan paket lengkap yang ditawarkan, Huawei Watch Ultimate 2 tetap layak disebut sebagai salah satu smartwatch premium terbaik di tahun 2025.