Dari sisi harga, Asus membanderol Zenbook A16 varian tertinggi dengan harga mulai dari USD 1.700 atau sekitar Rp 27,2 juta. Harga premium ini dianggap sepadan dengan material premium "Ceraluminum" yang digunakan Asus, serta performa mentah yang ditawarkan oleh chipset Qualcomm terbaru tersebut. Pengguna mendapatkan paket lengkap berupa laptop ringan, layar visual memukau, dan performa setara workstation portabel.
Langkah Berani HP dengan OmniBook Ultra 14
Tidak ingin tertinggal, HP turut meramaikan persaingan dengan meluncurkan seri OmniBook Ultra 14. Langkah HP ini cukup menarik karena mereka mulai melakukan branding ulang pada lini laptop konsumen mereka. HP OmniBook Ultra 14 menggunakan Laptop Snapdragon X2 Elite yang dipadukan dengan RAM 32GB dan penyimpanan internal SSD sebesar 1TB. Kombinasi ini memastikan pengguna memiliki ruang yang luas dan kecepatan akses data yang instan untuk berbagai keperluan pekerjaan.
HP mematok harga yang sedikit lebih tinggi untuk seri ini, yakni sekitar USD 2.050 atau setara Rp 32,8 juta. Fokus HP pada seri OmniBook Ultra adalah memberikan pengalaman pengguna yang paling stabil pada platform Windows on Arm. Mereka bekerja sama erat dengan Microsoft untuk memastikan kompatibilitas aplikasi tetap terjaga, sehingga pengguna tidak perlu khawatir saat menjalankan software warisan (legacy) melalui sistem emulasi yang kini sudah jauh lebih dioptimalkan pada Laptop Snapdragon X2 Elite.
Tren penggunaan memori besar pada gelombang pertama perangkat ini menunjukkan pergeseran strategi pabrikan. Jika sebelumnya laptop berbasis Arm sering kali dibekali spesifikasi memori yang tanggung, kini produsen seperti Asus dan HP tidak ragu menyematkan RAM 32GB hingga 48GB. Langkah ini diambil karena beban kerja AI modern sangat rakus akan bandwidth memori, sehingga kapasitas besar menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan pengalaman Copilot+ yang maksimal.
Secara keseluruhan, kehadiran Laptop Snapdragon X2 Elite memberikan tekanan besar bagi kompetitor di ruang x86 seperti Intel dan AMD. Dengan performa per watt yang sangat kompetitif, Qualcomm telah membuktikan bahwa masa depan komputasi mobile mungkin memang berada di tangan arsitektur Arm. Para profesional kini memiliki opsi perangkat yang tidak hanya kencang, tetapi juga dingin saat digunakan dan memiliki desain yang sangat estetis.
Investasi besar yang dilakukan Qualcomm dan para mitranya pada Laptop Snapdragon X2 Elite menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan konten berbasis AI. Dengan layar OLED yang tajam, memori raksasa, dan NPU 80 TOPS, perangkat-perangkat ini siap menjadi standar baru bagi industri laptop premium di tahun 2026. Bagi Anda yang mencari keseimbangan antara mobilitas tanpa batas dan performa tanpa kompromi, Laptop Snapdragon X2 Elite adalah jawaban yang paling relevan saat ini.