Meski begitu, fungsi pastinya masih perlu menunggu penjelasan resmi Google.
Baca Juga :
Asus Googlebook CX9406 Punya Port yang Cukup Lengkap
Di tengah tren laptop tipis yang semakin mengurangi jumlah konektor, Asus tampaknya masih mempertahankan pilihan port yang cukup lengkap pada perangkat ini.
Berdasarkan bocoran desain, salah satu sisi laptop memiliki port USB-C dan HDMI. Sementara sisi lainnya menyediakan satu USB-C serta dua USB-A.
Menariknya lagi, Asus masih menyediakan jack audio 3,5 mm.
Baca Juga :
Kehadiran berbagai konektor tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi pengguna yang tidak ingin bergantung pada dongle. HDMI, misalnya, masih berguna untuk menyambungkan laptop secara langsung ke monitor eksternal, televisi, maupun proyektor.
Begitu pula dengan USB-A yang masih banyak digunakan untuk berbagai aksesori seperti mouse, flash drive, dan perangkat penyimpanan eksternal.
Googlebook Diklaim Sangat Ringan, Bobot di Bawah 1 Kilogram
Selain sistem operasi dan desain, bagian yang cukup mencuri perhatian adalah material bodinya.
Baca Juga :
Informasi dari daftar desain yang sempat muncul menyebut Asus Googlebook CX9406 menggunakan material bernama Ultra-Ceramic Light Alloy. Material tersebut diklaim dirancang untuk menghasilkan bodi yang ringan tetapi tetap memiliki tingkat ketahanan tinggi.
Bahkan, bobot perangkat disebut dapat ditekan hingga di bawah 1 kilogram.
Menurut informasi yang beredar, material tersebut membuat perangkat sekitar 34 persen lebih ringan sekaligus 13 persen lebih kuat. Jika klaim tersebut nantinya terbukti pada produk final, Asus Googlebook CX9406 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas.
Baca Juga :
Bobot ringan tentu menjadi keuntungan besar bagi pelajar, pekerja, maupun pengguna yang setiap hari membawa laptop dari satu tempat ke tempat lain.
Namun, karena informasi tersebut berasal dari bocoran desain, angka sebenarnya tetap perlu menunggu konfirmasi Asus dan Google.
Aluminium OS Bisa Jadi Pembeda Utama Googlebook
Di antara berbagai bocoran yang muncul, Aluminium OS mungkin merupakan bagian yang paling penting untuk diperhatikan.
Baca Juga :
Google belum secara resmi memperkenalkan sistem operasi tersebut. Akan tetapi, sejumlah laporan sebelumnya mengaitkannya dengan generasi baru perangkat Googlebook yang diposisikan berbeda dari Chromebook.
Perbedaan ini menjadi penting karena Chromebook selama ini dikenal sebagai laptop yang mengandalkan ChromeOS dengan pengalaman penggunaan yang relatif sederhana dan berbasis layanan Google.
Jika Aluminium OS benar-benar hadir sebagai platform baru, Google berpotensi membawa pendekatan yang lebih luas, terutama dalam hal kecerdasan buatan.
Integrasi dengan Gemini bahkan disebut menjadi salah satu fokus utama. Dengan demikian, laptop tidak hanya digunakan untuk menjalankan aplikasi atau menjelajah internet, tetapi juga dapat menjadi perangkat yang lebih aktif membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan.
Namun, sejauh ini belum ada informasi resmi mengenai fitur AI apa saja yang akan tersedia pada Aluminium OS. Karena itu, berbagai klaim tersebut masih perlu diperlakukan sebagai informasi awal.