Pendekatan Danantara yang berfokus pada kelompok pekerja terampil tinggi ini juga diharapkan dapat memicu efek domino bagi sektor ekonomi lainnya. Ketika talenta global terbaik datang dan menetap di Indonesia, mereka akan membawa serta jaringan investasi, budaya kerja berstandar tinggi, dan teknologi mutakhir. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan standar operasional startup dan perusahaan teknologi lokal ke tingkat internasional.
Baca Juga :
Dampak Ekonomi Digital dan Kesiapan Indonesia
Perkembangan kecerdasan buatan diproyeksikan akan menyumbang ribuan triliun rupiah bagi produk domestik bruto (PDB) global dalam dekade berikutnya. Negara-negara yang memiliki ekosistem AI yang kuat akan memimpin pertumbuhan ekonomi baru ini. Indonesia, dengan populasi muda yang besar, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pemain kunci di Asia Tenggara jika mampu mengarahkan talenta lokal ke sektor teknologi tinggi.
Namun, tantangan terbesar saat ini adalah kesenjangan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri yang bergerak sangat cepat. Danantara berupaya menjembatani jurang pemisah ini dengan memfasilitasi kemitraan antara lembaga pendidikan, industri, dan investor global. Dengan demikian, proses rekrutmen talenta digital tidak hanya mengandalkan talenta asing, tetapi juga melahirkan inovator-inovator lokal baru.
Pada akhirnya, langkah Danantara untuk fokus pada pembentukan tim kecil berkualitas tinggi (the few team) diharapkan mampu mengubah posisi Indonesia di peta teknologi global. Dengan menciptakan ekosistem yang menarik bagi para ahli, Indonesia berpotensi menjadi pusat inovasi baru di Asia Tenggara. Melalui strategi yang tepat, tingginya gaji talenta AI global tidak lagi menjadi hambatan, melainkan peluang bagi Indonesia untuk ikut serta dalam rantai pasok teknologi masa depan.