Target Pertumbuhan Agresif dan Risiko Geopolitik
Meskipun tengah melakukan pengurangan karyawan secara besar-besaran, Standard Chartered tetap menetapkan target pertumbuhan bisnis yang sangat agresif. Bank ini menargetkan pengembalian ekuitas berwujud (return on tangible equity/ROTE) di atas 15 persen pada tahun 2028, dan memproyeksikan kenaikan hingga 18 persen pada tahun 2030.
Baca Juga :
Selain itu, perusahaan juga mempercepat target penghimpunan dana baru bersih sebesar US$200 miliar ke tahun 2028. Target ini satu tahun lebih cepat daripada rencana awal yang dipatok untuk tahun 2029. Untuk mencapai angka tersebut, fokus bisnis perusahaan akan diarahkan pada segmen dengan margin keuntungan yang lebih tinggi, seperti nasabah ritel kaya (affluent) dan institusi keuangan besar.
Namun, perjalanan menuju target tersebut tidak akan mudah karena adanya bayang-bayang tantangan geopolitik global. Standard Chartered, yang memiliki fokus bisnis kuat di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, mengakui bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah merupakan salah satu risiko utama saat ini.
Sebagai langkah antisipasi, pada kuartal pertama tahun ini, bank telah menyisihkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta terkait dampak konflik di Timur Tengah. Walaupun dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar, Winters tetap optimistis terhadap ketangguhan model bisnis bank yang dipimpinnya.
Baca Juga :
Pada akhirnya, kesiapan tenaga kerja untuk beradaptasi dengan teknologi baru akan menjadi penentu utama di tengah badai PHK massal perbankan global yang sedang berlangsung ini. Transformasi digital yang tak terbendung menuntut kolaborasi harmonis antara kecanggihan teknologi dan keahlian manusia yang bernilai tinggi.