Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI
Advertisement
Sponsor SLOT 16

PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 28 Mei 2026 - 08:23 WIB
PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI

PHK massal perbankan global

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Badai PHK massal perbankan global kini mulai menghantam industri keuangan seiring dengan masifnya adopsi teknologi digital. Standard Chartered, salah satu raksasa perbankan yang berpusat di Inggris, bersiap melakukan efisiensi besar-besaran dengan memangkas sekitar 15 persen posisi pada fungsi korporasi hingga tahun 2030 mendatang.

Berdasarkan estimasi dari berbagai laporan industri, kebijakan pengetatan ini akan berdampak pada lebih dari 7.000 tenaga kerja. Pengurangan ini menyasar pegawai yang masuk dalam kategori sumber daya manusia (SDM) bernilai rendah, dari total sekitar 52.000 staf yang bekerja di divisi terkait.

Pemicu Utama PHK Massal Perbankan Global

CEO Standard Chartered, Bill Winters, menegaskan bahwa langkah ekstrem ini bukan sekadar upaya penghematan biaya biasa. Perusahaan sengaja mengambil kebijakan ini untuk mengganti tenaga kerja manusia yang melakukan pekerjaan repetitif dengan investasi teknologi dan modal finansial yang lebih produktif.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

"Ini bukan sekadar pemangkasan biaya. Dalam beberapa kasus, kami mengganti modal manusia bernilai rendah dengan modal finansial dan investasi teknologi yang kami tanamkan secara terarah," ungkap Winters dalam keterangannya kepada media global.

Langkah efisiensi ini menegaskan bahwa PHK massal perbankan global bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas baru yang didorong oleh otomatisasi. Saat ini, Standard Chartered mempekerjakan hampir 82.000 pegawai di seluruh dunia. Winters menambahkan bahwa pengurangan tenaga kerja akan berjalan secara bertahap melalui otomatisasi dan penerapan kecerdasan buatan

Meskipun demikian, pihak manajemen tidak sepenuhnya menutup pintu bagi para karyawan. Bank berkomitmen untuk memberikan kesempatan pelatihan ulang (reskilling) bagi pegawai yang terdampak agar mereka dapat beralih ke peran baru yang lebih strategis di dalam perusahaan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

"Kami akan memberikan kesempatan reposisi bagi orang-orang yang memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan keterampilan dan melanjutkan karier mereka," tambah Winters.

Pusat Operasional Back-Office Menjadi Sasaran Utama

Kebijakan pemangkasan ini akan paling terasa di pusat-pusat operasional belakang (back-office) perbankan. Beberapa kota besar di Asia dan Eropa Timur seperti Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa diprediksi menjadi wilayah yang paling terdampak oleh kebijakan baru ini.

Selama ini, kota-kota tersebut menjadi pusat pemrosesan data dan administrasi global karena menawarkan biaya operasional yang kompetitif. Namun, kehadiran teknologi otomatisasi kecerdasan buatan yang mampu memproses data ribuan kali lebih cepat kini mulai menggeser peran manusia di wilayah-wilayah tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Fenomena PHK massal perbankan global ini juga tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi merambah ke lembaga keuangan besar di Asia. Sebagai contoh, bank raksasa asal Jepang, Mizuho Financial Group, sebelumnya telah mengumumkan rencana pengurangan hingga 5.000 pekerjaan dalam satu dekade ke depan dengan alasan serupa.

Banyak analis menilai bahwa gelombang PHK massal perbankan global akan terus berlanjut seiring dengan semakin matangnya teknologi kecerdasan buatan generatif. Bank-bank dunia kini berlomba mengintegrasikan model AI terbaru untuk meningkatkan efisiensi karyawan bank, sekaligus memperkuat sistem pertahanan dari ancaman siber yang kian canggih.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved