Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Senin, 25 Mei 2026 - 21:55 WIB
Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

kloning AI anak meninggal

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Penggunaan teknologi kloning AI anak meninggal kini menjadi perbincangan hangat setelah sebuah keluarga di China menggunakannya demi menyembunyikan kabar duka dari sang ibu. Langkah ekstrem ini diambil karena sang ibu memiliki riwayat penyakit jantung yang sensitif terhadap berita duka. Keluarga khawatir kabar kematian anak tunggalnya tersebut akan memperburuk kondisi kesehatannya.

Kisah pilu ini bermula ketika putra tunggal dari wanita tersebut meninggal dunia secara mendadak. Karena tidak ingin ibunya mengalami serangan jantung akibat syok, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membuat kloning AI anak meninggal tersebut guna menjaga kesehatan mental sang ibu. Mereka kemudian menghubungi tim pengembang kecerdasan buatan untuk mewujudkan rencana ini.

Pemimpin tim AI, Zhang Zewei, mengungkapkan bahwa proses pembuatan replika digital ini membutuhkan banyak data. Keluarga mengirimkan berbagai dokumen digital berupa foto, video pendek, hingga rekaman suara mendiang yang berbicara dalam dialek lokal mereka. Berkat teknologi canggih, AI tersebut mampu meniru kebiasaan unik mendiang, termasuk gestur khas membungkuk ke depan saat berbicara.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Etika dan Kontroversi Kloning AI Anak Meninggal

Melalui panggilan video harian, sang ibu yang tidak menaruh curiga terus berkomunikasi dengan replika digital putranya. Dalam setiap percakapan, ia selalu mengingatkan 'anaknya' untuk makan dengan teratur, mengenakan pakaian hangat saat cuaca dingin, dan selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

Untuk menghindari kecurigaan mengapa ia tidak pernah pulang, program AI tersebut telah dirancang untuk memberikan alasan yang logis. Sang 'putra' menjelaskan bahwa dirinya sedang sibuk bekerja di luar kota dan belum bisa pulang dalam waktu dekat untuk menemani ibunya.

"Kamu harus lebih sering menelepon agar ibu tahu kamu baik-baik saja di sana. Ibu sangat merindukanmu dan menyesal tidak bisa bertemu langsung," ujar sang ibu dengan penuh kasih sayang dalam salah satu rekaman panggilan video.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Sosok virtual itu pun memberikan jawaban yang menenangkan. "Baik, Bu, tapi saat ini saya sangat sibuk dan tidak bisa berbicara terlalu lama. Ibu harus menjaga kesehatan dengan baik. Setelah uang saya terkumpul cukup, saya pasti akan pulang untuk berbakti kepada Ibu."

Fenomena Grief Tech dan Dampak Psikologisnya

Di China sendiri, tren pemanfaatan kloning AI anak meninggal atau kerabat yang telah tiada semakin berkembang pesat. Fenomena yang dikenal dengan istilah grief tech atau teknologi duka ini menawarkan jasa "menghidupkan kembali" orang tercinta dalam bentuk avatar digital demi membantu proses pemulihan trauma emosional.

Meski demikian, kehadiran teknologi ini memicu perdebatan sengit di kalangan warganet dan pakar psikologi. Sebagian pihak mendukung langkah keluarga tersebut karena dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan perlindungan terhadap kondisi fisik sang ibu yang rentan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Namun, tidak sedikit pula yang mengkhawatirkan dampak psikologis jangka panjang jika kebohongan ini akhirnya terbongkar. Menunda proses berduka yang alami dengan menggunakan teknologi AI dikhawatirkan dapat memicu trauma yang jauh lebih hebat di kemudian hari.

"Saya tidak sepenuhnya mendukung keputusan keluarga ini. Ibu tersebut telah dibohongi dalam waktu yang lama. Saya sangat khawatir ketika kebenaran akhirnya terungkap, dampaknya akan jauh lebih merusak bagi kesehatannya," tulis salah seorang pengguna media sosial lokal.

Bagaimanapun juga, perkembangan kecerdasan buatan kini telah menyentuh wilayah paling sensitif dalam kehidupan manusia, yaitu kematian dan rasa kehilangan. Meskipun teknologi kloning AI anak meninggal dapat memberikan ketenangan sementara bagi mereka yang ditinggalkan, batas antara terapi emosional dan penolakan terhadap realitas tetap menjadi garis tipis yang harus disikapi dengan bijak.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved