Meski sebagian besar sampah luar angkasa terbakar habis saat melewati mesosfer, komponen berbahan titanium atau serat karbon sering kali mampu bertahan hingga menyentuh tanah. Kasus di Argentina ini membuktikan bahwa regulasi mengenai tanggung jawab peluncuran wahana antariksa harus diperketat agar tidak membahayakan pemukiman warga di masa depan.
Fenomena Bola Api Jatuh di Langit London
Hanya berselang dua hari setelah hebohnya penemuan benda misterius dari langit di Argentina, fenomena serupa juga mengejutkan warga di belahan bumi lain. Sebuah bola api jatuh meluncur bebas di langit Croydon, London selatan, pada pagi hari tanggal 27 September 2025. Peristiwa ini sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di berbagai platform media sosial.
Seorang saksi mata bernama Sarah menceritakan pengalamannya saat melihat kilatan cahaya tersebut dari jendela rumahnya. Ia awalnya mengira cahaya itu hanyalah pesawat terbang biasa, namun kecepatannya yang luar biasa dan ekor api yang membentang membuatnya sadar akan sesuatu yang berbeda.
Baca Juga :
"Setelah melakukan perbesaran maksimal dari kamera ponsel saya, terlihat jelas bahwa itu adalah bola api yang jatuh dengan sangat cepat," ungkap Sarah.
Para ahli menduga fenomena di London ini bisa berupa meteoroid kecil yang terbakar atau serpihan satelit lain yang mengalami peluruhan orbit pada waktu yang hampir bersamaan. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa langit Bumi kini semakin padat oleh lalu lintas objek alami maupun buatan manusia.
Rentetan peristiwa ini menunjukkan pentingnya pemantauan lalu lintas orbit yang lebih ketat oleh lembaga antariksa dunia. Bagi masyarakat umum, kewaspadaan tetap diperlukan meski peluang terkena dampak langsung sangatlah kecil. Jika Anda melihat atau menemukan benda misterius dari langit di sekitar lingkungan Anda, segera laporkan kepada pihak berwenang dan hindari menyentuhnya secara langsung untuk mengantisipasi sisa bahan kimia aktif.