Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 09 Mei 2026 - 14:55 WIB
Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar

Bobol AI Grok Elon Musk

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Pasca menerima miliaran token, pelaku tidak membuang waktu dan segera menjual aset tersebut di pasar terbuka (DEX). Penjualan masif ini secara otomatis menciptakan tekanan jual yang luar biasa, sehingga memicu gejolak harga token DRB yang turun drastis dalam waktu singkat. Para investor lain di jaringan Base sempat panik melihat pergerakan harga yang tidak wajar tersebut sebelum akhirnya menyadari bahwa telah terjadi sebuah eksploitasi besar.

Data blockchain menunjukkan jejak digital yang sangat jelas. Dana yang awalnya berada di wallet Grok kemudian dikonversi ke berbagai aset yang lebih stabil dan likuid, seperti Ethereum (ETH) dan USDC. Langkah konversi ini umum dilakukan oleh peretas untuk menyamarkan jejak atau memudahkan proses pencairan dana ke mata uang fiat. Meskipun teknologi blockchain bersifat transparan, identitas asli di balik alamat dompet tersebut tetap menjadi misteri.

Identitas pelaku mulai mengerucut ke Indonesia setelah sejumlah pengguna X melakukan penelusuran terhadap akun @Ilhamrfliansyh. Akun tersebut terpantau aktif dalam komunitas kripto lokal dan sering menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksinya. Namun, sesaat setelah transaksi ilegal itu selesai dan dana berhasil diamankan, akun tersebut langsung menghilang atau dihapus. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pemilik akun itulah yang merancang skenario Bobol AI Grok Elon Musk yang menggemparkan ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pengembang teknologi AI dan Web3. Integrasi antara chatbot AI dengan dompet kripto (AI Agents) memang menawarkan kemudahan, namun juga menyimpan risiko keamanan yang sangat besar. Jika sebuah AI dapat diperintah untuk melakukan transaksi finansial, maka pengamanan terhadap input atau "prompt" harus menjadi prioritas utama. Kasus ini membuktikan bahwa filter kata-kata saja tidak cukup untuk membendung kreativitas peretas yang menggunakan metode enkripsi sederhana seperti kode Morse.

Para ahli keamanan siber menyarankan agar sistem AI yang memiliki akses ke aset finansial menerapkan protokol multi-signature atau verifikasi manusia tambahan sebelum mengeksekusi transaksi besar. Tanpa adanya lapisan keamanan tambahan, insiden serupa kemungkinan besar akan terulang kembali seiring dengan semakin populernya penggunaan AI di sektor keuangan digital.

Hingga saat ini, pihak Elon Musk maupun tim xAI belum memberikan pernyataan resmi terkait kompensasi bagi pihak yang dirugikan atau langkah perbaikan sistem ke depan. Komunitas kripto kini lebih waspada dan mendesak adanya audit menyeluruh terhadap setiap bot AI yang memiliki kemampuan interaksi dengan smart contract. Tragedi Bobol AI Grok Elon Musk ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh industri teknologi dunia tentang betapa rapuhnya batas antara inovasi dan celah eksploitasi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved