Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Ancaman Kenaikan Permukaan Air Laut Menurut NASA, RI Masuk Daftar
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Ancaman Kenaikan Permukaan Air Laut Menurut NASA, RI Masuk Daftar

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 03 Mei 2026 - 07:55 WIB
Ancaman Kenaikan Permukaan Air Laut Menurut NASA, RI Masuk Daftar

Ancaman kenaikan permukaan air laut

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16
  • Alexandria, Mesir: Sekitar 30 persen wilayah kota bersejarah ini diprediksi akan tenggelam pada 2050, yang berpotensi memaksa 1,5 juta orang mengungsi dari Delta Nil.
  • Miami, Amerika Serikat: Dengan ketinggian hanya 1,8 meter di atas permukaan laut, sekitar 60 persen wilayah Miami diperkirakan terendam pada 2060 akibat struktur geologi batu gamping yang mudah menyerap air.
  • Lagos, Nigeria: Kota terbesar di Afrika ini mengalami penurunan tanah lebih dari 7,6 cm per tahun, menjadikannya sangat rentan terhadap erosi pantai.
  • Dhaka, Bangladesh: Ibu kota Bangladesh ini terus tenggelam sekitar 1,3 cm per tahun, memperparah frekuensi banjir yang merusak sektor pertanian lokal.
  • Bangkok, Thailand: Garis pantai di wilayah ini terus mundur lebih dari 1 km setiap tahunnya. Sebagian besar wilayah Bangkok diprediksi hilang dalam satu abad ke depan.

NASA juga mencatat risiko tinggi di wilayah lain seperti Manila (Filipina), Kolkata (India), dan kawasan Megalopolis Guangdong-Hong Kong-Makau di China. Di Manila, kenaikan air laut terjadi empat kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global, yang sering kali diperparah oleh badai tropis yang semakin kuat akibat pemanasan global.

Dampak Ekonomi dan Sosial Global

Fenomena ancaman kenaikan permukaan air laut tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi global. Kawasan pesisir sering kali menjadi pusat perdagangan, pelabuhan internasional, dan destinasi wisata utama. Jika kota-kota ini tenggelam, rantai pasok global akan terganggu secara signifikan dan menyebabkan kerugian finansial yang tak terhitung jumlahnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Selain itu, hilangnya lahan produktif di delta-delta sungai akan mengancam ketahanan pangan dunia. Banyak kawasan pesisir merupakan lumbung padi dan sumber protein laut. Ketika air laut masuk ke daratan (intrusi air laut), kualitas tanah akan rusak sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam, yang pada akhirnya memicu krisis pangan jangka panjang.

Para ahli menekankan bahwa pengurangan emisi gas rumah kaca adalah satu-satunya cara untuk memperlambat ancaman kenaikan permukaan air laut ini. Tanpa tindakan kolektif dari negara-negara maju dan berkembang untuk menekan suhu bumi, proyeksi terburuk dari NASA bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan semula.

Upaya adaptasi seperti pembangunan tanggul raksasa (Giant Sea Wall), restorasi hutan bakau (mangrove), dan penghentian total penyedotan air tanah harus segera dilakukan. Teknologi pemantauan satelit milik NASA terus memberikan data real-time agar pemerintah di seluruh dunia dapat menyusun rencana mitigasi yang lebih akurat dan terukur.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Pada akhirnya, ancaman kenaikan permukaan air laut bukan lagi sekadar dongeng masa depan atau prediksi ilmiah di atas kertas. Ini adalah realitas yang sedang terjadi di depan mata kita, yang menuntut kesadaran dan perubahan perilaku manusia terhadap lingkungan demi menyelamatkan generasi mendatang.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved