Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Penggunaan AI Gemini Militer AS Resmi Disepakati Google-Pentagon
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Penggunaan AI Gemini Militer AS Resmi Disepakati Google-Pentagon

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 30 April 2026 - 07:55 WIB
Penggunaan AI Gemini Militer AS Resmi Disepakati Google-Pentagon

Penggunaan AI Gemini militer AS

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Penggunaan AI Gemini militer AS kini resmi menjadi bagian dari strategi pertahanan Amerika Serikat setelah Google mencapai kesepakatan rahasia dengan Pentagon. Langkah berani ini tetap berjalan meskipun ratusan karyawan Google sebelumnya melancarkan aksi protes keras terhadap keterlibatan perusahaan dalam industri militer. Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Pertahanan dilaporkan telah mengintegrasikan sistem kecerdasan buatan (AI) Gemini ke dalam jaringan rahasia militer mereka untuk mendukung berbagai operasi strategis.

Kabar mengenai kesepakatan ini pertama kali muncul dari seorang pejabat senior Amerika Serikat yang enggan disebutkan identitasnya. Meski rincian kontrak dan nilai kesepakatannya masih tertutup rapat, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pentagon tidak main-main dalam melakukan modernisasi alutsista digital. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memang telah lama menyuarakan visinya untuk mengubah militer AS menjadi pasukan yang sepenuhnya mengandalkan keunggulan teknologi kecerdasan buatan di medan perang.

Ambisi Pete Hegseth dan Transformasi AI Militer

Pete Hegseth melihat bahwa penggunaan AI Gemini militer AS adalah kunci untuk mempertahankan dominasi global di tengah ancaman siber dan fisik yang kian kompleks. Ia bertekad menghapus birokrasi yang lambat dan menggantinya dengan sistem pengambilan keputusan berbasis data yang instan. Hegseth meyakini bahwa siapa pun yang menguasai teknologi AI paling mutakhir, maka merekalah yang akan memenangkan peperangan di masa depan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Juru bicara Google, Kate Dreyer, memberikan respons diplomatis terkait kerja sama sensitif ini. Tanpa memberikan rincian spesifik mengenai kontrak rahasia tersebut, Dreyer menegaskan bahwa Google memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung keamanan nasional. Perusahaan merasa bangga menjadi bagian dari konsorsium teknologi yang menyediakan infrastruktur cloud dan AI bagi kepentingan pertahanan negara.

Dreyer juga mencoba meredam kekhawatiran publik dengan menekankan batasan etika perusahaan. Ia menyatakan bahwa Google tetap memegang teguh prinsip bahwa AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal domestik atau pengembangan senjata otonom yang bisa membunuh tanpa pengawasan manusia. Namun, pernyataan ini tetap mendapatkan kritik tajam dari para aktivis privasi yang meragukan transparansi implementasi di lapangan.

Rekam Jejak Kecerdasan Buatan di Medan Perang

Keterlibatan teknologi Google dalam ranah militer sebenarnya bukan hal baru. Michael Horowitz, seorang pakar pertahanan dari University of Pennsylvania, mengungkapkan bahwa sistem AI Google telah lama beroperasi di lingkungan publik dan militer. Departemen Pertahanan AS telah menggunakan AI untuk berbagai keperluan, mulai dari menganalisis rekaman drone dalam operasi melawan ISIS hingga mengoptimalkan rantai logistik yang rumit.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Bahkan, dalam ketegangan yang terjadi dengan Iran saat ini, militer AS secara aktif memanfaatkan dukungan penargetan intelijen berbasis AI. Kehadiran Gemini diharapkan mampu memberikan akurasi yang lebih tinggi dalam memproses data intelijen yang sangat besar dalam waktu singkat. Dengan demikian, penggunaan AI Gemini militer AS akan mempercepat respons militer terhadap ancaman yang muncul secara tiba-tiba.

BERITA TERKAIT

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved