Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Misteri Kain Kafan Yesus: Temuan DNA Kentang dan Cabai
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Misteri Kain Kafan Yesus: Temuan DNA Kentang dan Cabai

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Senin, 20 April 2026 - 00:55 WIB
Misteri Kain Kafan Yesus: Temuan DNA Kentang dan Cabai

Misteri Kain Kafan Yesus

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Misteri Kain Kafan Yesus kembali menjadi sorotan dunia setelah penelitian terbaru mengungkap keberadaan jejak DNA tanaman yang tidak lazim, seperti kentang dan cabai. Kain linen kuno yang tersimpan di Katedral Turin, Italia, ini selama berabad-abad diyakini sebagai kain pembungkus jenazah Yesus Kristus setelah penyaliban. Namun, temuan genomik terbaru justru memberikan gambaran yang jauh lebih kompleks mengenai asal-usul dan perjalanan kain tersebut di masa lalu.

Para ilmuwan melakukan ekstraksi DNA dari debu yang menempel pada serat kain tersebut untuk memetakan sejarah interaksinya dengan lingkungan. Hasilnya mengejutkan, peneliti menemukan sekitar 31 persen DNA yang berasal dari berbagai jenis tumbuhan. Daftar tanaman tersebut mencakup gandum, jagung, gandum hitam, hingga tanaman yang secara historis tidak seharusnya berada di Timur Tengah pada awal masehi, seperti kentang, tomat, dan cabai.

Jejak Perjalanan dalam Misteri Kain Kafan Yesus

Keberadaan tanaman seperti kentang, cabai, dan tomat memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi. Secara historis, tanaman-tanaman tersebut merupakan flora asli Benua Amerika yang baru diperkenalkan ke Eropa dan Asia setelah ekspedisi Christopher Columbus pada abad ke-16. Penemuan DNA ini memperkuat dugaan bahwa Misteri Kain Kafan Yesus melibatkan perjalanan lintas benua yang panjang atau kemungkinan adanya kontaminasi di masa yang lebih modern.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Selain tumbuhan dari "Dunia Baru", peneliti juga mengidentifikasi jejak tanaman lain seperti melon, mentimun, kacang tanah, pisang, almond, kenari, hingga jeruk. Keanekaragaman hayati yang terekam dalam serat kain ini menunjukkan bahwa objek tersebut telah berpindah tangan melalui berbagai wilayah geografis, mulai dari Mediterania, Timur Tengah, hingga Asia dan Amerika. Hal ini memberikan lapisan baru dalam memecahkan Misteri Kain Kafan Yesus yang telah bertahan selama ribuan tahun.

Kontaminasi DNA Hewan dan Manusia

Analisis laboratorium tidak hanya berhenti pada flora. Tim peneliti juga menemukan jejak genetik yang signifikan dari dunia hewan. DNA kucing dan anjing mendominasi sekitar 44 persen dari total sampel hewan yang ditemukan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kain tersebut pernah disimpan di lingkungan rumah tangga atau lokasi yang sering berinteraksi dengan hewan peliharaan dalam jangka waktu lama.

Tak hanya itu, peneliti mendeteksi DNA dari berbagai ternak seperti ayam, sapi, kambing, domba, babi, kuda, dan kelinci. Bahkan, jejak mikroskopis dari tungau kulit dan kutu juga ditemukan bersarang di sela-sela serat linen tersebut. Temuan ini menggambarkan betapa intensnya interaksi fisik kain ini dengan mahluk hidup di sekitarnya sepanjang sejarah keberadaannya, yang semakin mengaburkan batas antara fakta sejarah dan Misteri Kain Kafan Yesus.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dari sisi genetika manusia, kain ini menyimpan "perpustakaan" DNA dari banyak orang dengan latar belakang etnis yang berbeda. Salah satu jejak DNA yang teridentifikasi dengan jelas berasal dari seorang peneliti yang mengumpulkan sampel kain tersebut pada tahun 1978. Kehadiran DNA bakteri yang mencapai 10-30 persen juga memberikan petunjuk tentang kondisi penyimpanan kain di masa lalu yang mungkin tidak selalu steril.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved