Technonesia - Kualitas layanan jaringan Lintasarta menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan penurunan gangguan sebesar 20 persen selama periode libur Idulfitri 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kesiapan infrastruktur digital perusahaan dalam menghadapi lonjakan trafik yang biasanya terjadi di momen hari raya. Melalui pendekatan inovatif, Lintasarta memastikan seluruh pelanggan dari berbagai sektor industri tetap terkoneksi tanpa hambatan berarti selama masa mudik dan libur panjang.
Sebagai mitra strategis dalam transformasi digital nasional, Lintasarta mengusung semangat "Empowering Beyond" yang diperkuat oleh kapabilitas Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group. Perusahaan melakukan penguatan infrastruktur berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta menyiagakan operasional 24/7 di seluruh titik kritikal. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan data yang meningkat tajam seiring tingginya aktivitas masyarakat di ranah digital.
Sebelum memasuki masa puncak Lebaran, manajemen telah memproyeksikan adanya kenaikan trafik yang signifikan. Oleh karena itu, perusahaan melakukan optimalisasi kapasitas jaringan dan penguatan sistem monitoring berbasis AI guna menjaga kualitas layanan jaringan Lintasarta tetap stabil. Tim Network Operation Center (NOC) juga disiagakan secara penuh di seluruh Indonesia untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan, sehingga respons penanganan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Transformasi AI dalam Menjaga Kualitas Layanan Jaringan Lintasarta
Penerapan teknologi kecerdasan buatan menjadi kunci utama dalam efisiensi operasional tahun ini. Lintasarta melaporkan bahwa kecepatan penanganan gangguan meningkat hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan drastis ini dimungkinkan karena penggunaan AI untuk melakukan analisis dan diagnostik secara otomatis. Dengan sistem ini, tim teknis dapat mengidentifikasi akar masalah dalam hitungan detik dan melakukan pemulihan layanan sebelum berdampak luas pada pengguna.
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menegaskan bahwa capaian positif ini merupakan buah dari transformasi operasional berbasis AI yang terus diperkuat. Melalui kapabilitas Beyond AI Factory, perusahaan tidak hanya sekadar memantau jaringan, tetapi juga melakukan pemeliharaan proaktif (proactive maintenance). Hal ini memastikan kualitas layanan jaringan Lintasarta tetap berada di atas ambang batas (threshold) yang ditentukan, meski beban trafik sedang berada di titik tertinggi.
“Kami mengotomatisasi penanganan serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end. Pendekatan ini memungkinkan kami menjaga kualitas layanan tetap optimal di tengah lonjakan trafik yang tinggi,” ujar Zulfi dalam keterangan resminya. Selain itu, pengelolaan trafik dilakukan secara dinamis melalui optimalisasi routing serta penerapan rencana kontingensi di berbagai titik kritikal jaringan untuk menjamin kelancaran distribusi data.
Fokus pada Sektor Strategis dan Fondasi 4C
Sepanjang periode Lebaran 2026, peningkatan trafik yang mencolok terjadi pada layanan komunikasi data di sektor-sektor vital. Industri perbankan, transportasi, ritel, hingga layanan publik sangat bergantung pada konektivitas yang stabil untuk melayani kebutuhan masyarakat. Lintasarta berhasil memastikan bahwa transaksi perbankan digital, sistem tiket transportasi, dan rantai pasok ritel tetap berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.