Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Panggilan Komdigi Terkait Kepatuhan: Google dan Meta Diperiksa
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Panggilan Komdigi Terkait Kepatuhan: Google dan Meta Diperiksa

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 07 April 2026 - 12:55 WIB
Panggilan Komdigi Terkait Kepatuhan: Google dan Meta Diperiksa

Panggilan Komdigi terkait kepatuhan

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Panggilan Komdigi terkait kepatuhan akhirnya mendapatkan respons resmi dari dua raksasa teknologi dunia, Google dan Meta. Setelah sempat mangkir pada undangan pertama, kedua perusahaan tersebut kini memenuhi panggilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya tegas pemerintah dalam menegakkan aturan main di ruang siber Indonesia yang semakin ketat.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengonfirmasi bahwa Meta telah memenuhi panggilan pada Senin (6/4/2026), sementara Google menyusul pada Selasa (7/4/2026). Pemeriksaan terhadap Google berlangsung cukup lama, dimulai sejak pukul 10.00 WIB di kantor Komdigi, Jakarta Pusat. Pemerintah memfokuskan pemeriksaan ini pada dugaan pelanggaran peraturan yang berlaku di tanah air.

Dalam proses tersebut, otoritas keamanan digital melontarkan puluhan pertanyaan mendalam kepada perwakilan kedua perusahaan. Sabar menjelaskan bahwa tim penyidik menyiapkan 29 pertanyaan poin demi poin untuk membedah sejauh mana platform global ini mematuhi hukum Indonesia. Panggilan Komdigi terkait kepatuhan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya audit mendalam terhadap operasional mereka.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Fokus Pemeriksaan Panggilan Komdigi Terkait Kepatuhan

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada aspek perlindungan data dan keamanan pengguna. Menurut Alexander Sabar, Meta telah menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai bentuk pengakuan atas proses yang berjalan. Google pun dijadwalkan melakukan hal serupa setelah seluruh rangkaian pertanyaan selesai dijawab oleh tim legal dan teknis mereka.

Pihak Meta bahkan berjanji akan menyerahkan dokumen tambahan untuk melengkapi keterangan yang sudah mereka berikan sebelumnya. Dokumen ini sangat krusial bagi Komdigi untuk menentukan langkah hukum atau sanksi selanjutnya. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap jengkel aktivitas digital di platform tersebut tidak merugikan kepentingan nasional, terutama terkait kedaulatan data.

Transparansi menjadi tuntutan utama dalam panggilan Komdigi terkait kepatuhan kali ini. Komdigi tidak ingin ada celah regulasi yang dimanfaatkan oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) asing untuk menghindari tanggung jawab mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan ini juga melibatkan analisis terhadap algoritma dan sistem moderasi konten yang mereka terapkan di wilayah hukum Indonesia.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Urgensi Keamanan Anak di Ruang Digital

Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan utama pemerintah adalah keselamatan anak-anak saat mengakses platform digital. Alexander Sabar menekankan bahwa isu ini menjadi prioritas tertinggi dalam agenda pemeriksaan. Pemerintah menilai bahwa platform seperti YouTube (di bawah Google) dan Facebook/Instagram (di bawah Meta) memiliki tanggung jawab besar dalam menyaring konten negatif.

Keterlambatan kedua perusahaan dalam memenuhi panggilan awal sempat memicu kekhawatiran pemerintah. Setiap penundaan dalam proses penegakan aturan dianggap dapat memperpanjang risiko yang dihadapi anak-anak di dunia maya. Panggilan Komdigi terkait kepatuhan ini bertujuan untuk memaksa platform global agar lebih proaktif dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman bagi generasi muda.

BERITA TERKAIT

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved