Technonesia - Patahan raksasa bawah laut Sulawesi baru-baru ini ditemukan oleh tim peneliti internasional dan berpotensi memicu ancaman tsunami yang sangat dahsyat di masa depan. Penemuan ini memberikan gambaran baru mengenai struktur geologi yang sangat kompleks di wilayah Indonesia Tengah, khususnya di sekitar semenanjung utara dan barat Sulawesi. Para ahli geologi memperingatkan bahwa keberadaan sesar ini merupakan ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini oleh pemerintah dan masyarakat setempat.
Peneliti dari Institute of Geology and Geophysics di Chinese Academy of Science, Tang Tingwei, berhasil mengidentifikasi struktur ini menggunakan sinyal sensor seismik yang sangat sensitif. Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa patahan raksasa bawah laut Sulawesi ini sebenarnya merupakan perpanjangan dari Sesar Palu-Koro yang legendaris. Sesar ini tidak hanya berhenti di daratan, melainkan memanjang hingga ke dasar laut dan membelah kerak Bumi di kedalaman samudera.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional ini menggambarkan bagaimana garis pantai Sulawesi tersambung ke sistem tektonik di lautan luas. Hubungan ini memungkinkan guncangan gempa di daratan merambat dengan cepat ke sistem yang lebih besar di bawah air. Kondisi tersebutlah yang menjadi pemicu utama timbulnya gelombang tsunami yang mampu menghancurkan wilayah pesisir dalam waktu singkat.
Karakteristik Patahan Raksasa Bawah Laut Sulawesi
Salah satu fakta yang paling mengejutkan dari penelitian ini adalah perbedaan ketebalan kerak bumi di area tersebut. Di bawah Laut Sulawesi, para ilmuwan menemukan bahwa kerak bumi hanya memiliki ketebalan sekitar 8 kilometer. Angka ini jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan kerak di area sekitarnya yang mencapai 26 kilometer. Perbedaan ekstrem ini menciptakan zona lemah yang sangat berbahaya.
Makin ke arah utara, kedalaman patahan ini terus bertambah hingga mencapai 30 kilometer di bawah permukaan laut. Hal ini mengindikasikan bahwa patahan raksasa bawah laut Sulawesi berfungsi sebagai penghubung atau "jembatan" bagi beberapa sistem sesar yang berbeda. Pertemuan antara kerak samudra yang tipis dengan kerak benua yang lebih tebal menciptakan titik gesekan yang sangat tinggi.
Para ahli menjelaskan bahwa tekanan tektonik biasanya terfokus pada area gesekan antara dua jenis kerak bumi yang berbeda ketebalan ini. Ketika tekanan tersebut sudah mencapai batas maksimal, kerak bumi akan patah dan melepaskan energi luar biasa dalam bentuk gempa bumi. Karena lokasinya berada di bawah laut, pergerakan vertikal maupun horizontal dari patahan ini secara otomatis akan mengganggu massa air di atasnya.
Misteri Tsunami Palu 2018 yang Terpecahkan
Penemuan patahan raksasa bawah laut Sulawesi ini juga memberikan jawaban atas misteri tsunami yang menghantam Kota Palu pada 28 September 2018 silam. Saat itu, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 memicu tsunami setinggi hampir 11 meter di pesisir barat Sulawesi. Banyak ahli sempat terheran-heran karena Sesar Palu-Koro adalah sesar geser (strike-slip) yang secara teoritis jarang memicu tsunami besar.