Technonesia - Ekspansi Anthropic ke Inggris kini menjadi babak baru dalam dinamika industri kecerdasan buatan global setelah tekanan hebat dari otoritas Amerika Serikat. Pemerintah Inggris secara resmi mengajukan proposal kerja sama strategis kepada Anthropic, sebuah langkah yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan teknologi antara Washington dan London. Tawaran tersebut mencakup berbagai insentif menarik, mulai dari perluasan kantor pusat di London hingga rencana pencatatan saham ganda atau dual listing di bursa efek.
Langkah diplomasi ekonomi ini muncul setelah laporan Financial Times mengungkapkan adanya komunikasi intensif antara pemerintah Inggris dengan manajemen Anthropic. Perdana Menteri Keir Starmer kabarnya memberikan dukungan penuh terhadap departemen terkait untuk mengamankan kesepakatan ini. Kehadiran CEO Anthropic, Dario Amodei, ke London pada akhir Mei mendatang menjadi momentum krusial bagi rencana ekspansi Anthropic ke Inggris tersebut.
Alasan di Balik Penolakan Donald Trump
Sebelum rencana ekspansi Anthropic ke Inggris mencuat, perusahaan ini harus menghadapi kenyataan pahit di tanah kelahirannya sendiri. Pemerintahan Donald Trump secara resmi memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam perdagangan. Gedung Putih menetapkan perusahaan pengembang AI tersebut sebagai risiko serius bagi rantai pasokan keamanan nasional Amerika Serikat.
Baca Juga :
Keputusan drastis Trump ini bukan tanpa alasan politik yang kental. Konflik bermula ketika Anthropic menolak permintaan militer Amerika Serikat untuk mengintegrasikan model bahasa besar (LLM) mereka, Claude, ke dalam sistem senjata otonom. Anthropic bersikeras bahwa teknologi mereka tidak boleh digunakan untuk tujuan pengawasan massal terhadap warga sipil atau pengembangan senjata pemusnah otomatis.
Sikap teguh perusahaan ini memicu kemarahan Donald Trump yang kemudian melabeli Anthropic sebagai perusahaan "sayap kiri woke". Trump menuding prinsip etika AI yang dipegang Anthropic justru membahayakan nyawa warga Amerika Serikat di tengah persaingan teknologi global. Meski demikian, laporan intelijen menyebutkan bahwa alat AI milik Anthropic secara paradoks sempat digunakan dalam operasi militer di wilayah konflik Iran pada awal tahun 2026.
Upaya Hukum Anthropic Melawan Daftar Hitam
Menanggapi tekanan dari Washington, Anthropic tidak tinggal diam dan memilih jalur hukum untuk memulihkan nama baik mereka. Seorang hakim federal di Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan perintah untuk memblokir sementara penetapan daftar hitam tersebut. Namun, proses hukum masih panjang karena perusahaan menghadapi gugatan kedua terkait tuduhan risiko keamanan rantai pasokan.
Baca Juga :
Ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat inilah yang mempercepat rencana ekspansi Anthropic ke Inggris. London melihat celah ini sebagai peluang emas untuk memposisikan diri sebagai pusat AI global yang lebih ramah terhadap inovasi berbasis etika. Bagi Anthropic, Inggris menawarkan ekosistem yang lebih stabil dan dukungan politik yang lebih moderat dibandingkan dengan turbulensi politik di Washington.