Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Eks Pegawai Hapus Server Perusahaan Rp11 Miliar Akibat Dipecat
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Eks Pegawai Hapus Server Perusahaan Rp11 Miliar Akibat Dipecat

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:53 WIB
Eks Pegawai Hapus Server Perusahaan Rp11 Miliar Akibat Dipecat

Eks pegawai hapus server perusahaan

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Eks pegawai hapus server perusahaan menjadi sorotan tajam setelah aksi sabotase digitalnya menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar. Seorang pria bernama Kandula Nagaraju, mantan karyawan di perusahaan teknologi NCS yang berbasis di Singapura, nekat melakukan tindakan ilegal tersebut karena merasa tidak terima atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpanya. Akibat tindakan gegabah ini, perusahaan harus menanggung beban pemulihan sistem yang mencapai angka fantastis.

Kasus ini bermula ketika kontrak kerja Kandula dihentikan oleh pihak manajemen pada Oktober 2022. Alasan utama pemecatan tersebut adalah performa kerja yang dinilai buruk dan tidak memenuhi standar perusahaan. Namun, pria asal India tersebut merasa bahwa dirinya telah memberikan kontribusi maksimal selama masa baktinya. Rasa kecewa yang mendalam inilah yang kemudian memicu niat buruk untuk melakukan infiltrasi ke dalam sistem internal mantan kantornya.

Aksi sabotase yang dilakukan eks pegawai hapus server perusahaan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Setelah resmi berhenti bekerja pada November 2022, Kandula ternyata masih memiliki akses ke sistem pengujian kualitas (Quality Assurance/QA) milik NCS. Ia memanfaatkan celah keamanan berupa kredensial administrator yang belum sempat dinonaktifkan oleh tim IT perusahaan. Hal ini menjadi bukti betapa fatalnya kelalaian dalam manajemen akses akun karyawan yang sudah tidak aktif.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Kronologi Akses Ilegal dan Sabotase Sistem

Selama periode Januari hingga Februari 2023, Kandula tercatat melakukan akses ilegal sebanyak beberapa kali dari negara asalnya, India. Ia menggunakan laptop pribadinya untuk masuk ke dalam sistem pengujian yang berisi sekitar 180 server virtual. Dalam fase ini, ia belum melakukan penghapusan, melainkan melakukan uji coba melalui skrip komputer yang ia pelajari secara otodidak melalui mesin pencari Google.

Pada bulan Februari, Kandula kembali ke Singapura setelah mendapatkan pekerjaan baru di tempat lain. Ironisnya, ia menumpang di kamar salah satu mantan rekannya di NCS dan menggunakan jaringan Wi-Fi di tempat tersebut untuk kembali masuk ke sistem perusahaan lama. Di sinilah ia mulai mematangkan rencana jahatnya dengan menulis skrip khusus yang dirancang untuk menghapus server satu per satu secara otomatis.

Puncak aksi eks pegawai hapus server perusahaan ini terjadi pada Maret 2023. Dalam catatan pengadilan, terungkap bahwa ia mengakses sistem QA sebanyak 13 kali dalam satu bulan tersebut. Pada tanggal 18 dan 19 Maret, ia menjalankan perintah eksekusi skrip yang akhirnya melenyapkan total 180 server virtual milik NCS. Tindakan ini dilakukan secara sistematis sehingga tim IT perusahaan tidak langsung menyadari adanya serangan hingga sistem benar-benar tidak dapat diakses pada hari berikutnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Kerugian dan Proses Hukum

Manajemen NCS baru menyadari adanya masalah serius saat sistem pengujian mereka lumpuh total. Setelah dilakukan investigasi internal yang mendalam, mereka menemukan bahwa seluruh server virtual telah dihapus secara paksa. Perusahaan segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian Singapura pada April 2023 dengan menyertakan bukti alamat IP yang terekam dalam log aktivitas sistem.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved